Jakarta – Grup band rock kenamaan The Brandals kembali menunjukkan keberanian musikal mereka dengan merilis single terbaru berjudul “Ke Timur”. Lagu ini menjadi bagian dari rangkaian materi menuju album baru yang dijadwalkan rilis Agustus 2026.
Berbeda dari rilisan sebelumnya, kali ini The Brandals mendorong batas eksperimen ke arah era keemasan Hip-Hop awal dekade 90-an. Dengan sentuhan duo produser Jonathan Mono dan Jonathan Pardede, demo awal lagu sudah berkarakter boom bap khas East Coast.
Referensi kuat datang dari grup legendaris New York seperti A Tribe Called Quest, De La Soul, Gang Starr, hingga Eric B & Rakim, di mana elemen Jazz, Funk, dan Soul berpadu dengan pola beat Hip-Hop.
Single ini juga menampilkan sisi baru vokalis Eka Annash yang untuk pertama kalinya mencoba rapping. Meski begitu, lirik tetap konsisten membawa tema protes sosial politik Indonesia yang semakin porak-poranda.
Judul “Ke Timur” dipilih sebagai refleksi optimisme. Pesannya: meski rezim merusak banyak hal, masyarakat sipil masih punya harapan dan mimpi untuk membangun Indonesia kembali bersama.
“Untuk penggemar setia The Brandals, manuver eksperimen seperti ini nggak akan bikin kaget,” ujar Eka Annash.
“Modus operandi kami dari awal memang selalu mencari ruang permainan baru di setiap rilisan, tapi tetap konsisten membawa pesan perlawanan,” kata dia.
Bassist Radhit Syaharzam menambahkan bahwa single “Ke Timur” bisa jadi lagu protes paling gamblang tanpa harus teriak atau marah-marah.
“Intensitas luapan emosi kita yang sudah berumur kayaknya sudah terwakilkan dengan pas lewat lirik Eka,” tuturnya.
Single “Ke Timur” menjadi salah satu repertoar dari album baru The Brandals yang akan dirilis pada Agustus 2026. Album ini diharapkan memperlihatkan keberanian mereka bereksperimen sekaligus menjaga konsistensi identitas sebagai band yang selalu membawa semangat perlawanan.
Dengan eksplorasi Hip-Hop 90-an dan pesan sosial yang tajam, The Brandals menegaskan bahwa mereka tetap relevan dan berani melawan arus. []

