Ekonom Kritik Koperasi Desa Merah Putih: Bangun Gedung Dulu, Bisnisnya Belum Jelas

Jakarta – Program pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang tengah difokuskan oleh Pemerintah Prabowo Subianto menuai sorotan dari ekonom Universitas Brawijaya, Noval Adib.

‎Ia mengingatkan agar pemerintah Prabowo tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik gedung koperasi saja, tetapi juga harus memastikan model bisnis dan keberlanjutan usaha koperasi benar-benar matang sebelum proyek dijalankan secara nasional.

‎Menurut Noval, pembangunan gedung koperasi yang kini mulai dilakukan di berbagai daerah, berpotensi menimbulkan persoalan baru apabila tidak diiringi dengan perencanaan bisnis matang.

‎Ia menganalisa, pembangunan gedung semata tidak otomatis menjadikan koperasi mampu beroperasi secara produktif dan berkelanjutan.

‎”Yang terjadi saat ini sejatinya adalah pembangunan gedung-gedung semata. Padahal, setelah gedung selesai dibangun akan muncul berbagai konsekuensi biaya yang tidak bisa dihindari,” kata Noval dalam keterangannya dikutip Rabu, 1 Juli 2026.

‎Menurut dia, setiap bangunan yang telah berdiri akan memunculkan biaya overhead atau biaya operasional tetap yang harus ditanggung secara terus-menerus.

‎Biaya tersebut meliputi pembayaran listrik, pemeliharaan bangunan, kebersihan, hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya.

‎Noval berpendapat, biaya-biaya tersebut merupakan committed cost, yakni pengeluaran yang harus tetap dibayar, terlepas dari apakah koperasi menghasilkan keuntungan atau tidak.

‎Di sisi lain, dana yang telah digunakan untuk membangun gedung koperasi merupakan sunk cost atau biaya yang sudah dikeluarkan dan tidak mungkin lagi dipulihkan maupun dihemat setelah pembangunan selesai.

‎”Begitu gedung selesai dibangun maka otomatis biaya-biaya itu akan muncul. Jika tidak mampu membiayainya, gedung koperasi berisiko menjadi tidak terawat, kotor, bahkan gelap gulita,” ujarnya.

‎Noval menilai kondisi tersebut dapat menjadi beban baru apabila aktivitas bisnis koperasi belum memiliki arah yang jelas.

‎Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak ditentukan oleh megahnya bangunan, melainkan oleh kemampuan koperasi dalam menjalankan usaha yang mampu menghasilkan pendapatan secara berkesinambungan.

‎Maka itu, ia mempertanyakan apakah pemerintah telah memperhitungkan secara matang dampak lanjutan dari pembangunan ribuan gedung koperasi tersebut.

‎Noval mengingatkan agar fokus pembangunan tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup kesiapan tata kelola, sumber daya manusia, permodalan, hingga model bisnis yang mampu menopang operasional koperasi dalam jangka panjang.

‎Noval memungkasi, tanpa fondasi bisnis yang kuat, maka gedung-gedung Koperasi Desa Merah Putih justru berpotensi menjadi aset yang membebani keuangan koperasi dan pemerintah. []

‎

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Sairon Sinaga Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Umum PPTSB Pusat Periode 2026-2031

MEDAN, Opsi.id – Sairon Sinaga resmi terpilih secara aklamasi...

Geely Resmi Luncurkan Coolray di Makassar, Perluas Pasar Otomotif Indonesia Timur

Makassar, OPSI.ID - Geely Auto Indonesia mulai memperluas pasar...

Otonomi Daerah Diusik, FIAD dan Forum Dosen Sulsel Serukan Perlawanan Kebijakan Inkonstitusional

Makassar, OPSI.ID - Forum Dosen Indonesia wilayah Sulawesi Selatan...

Lebih dari Sekadar Rumah: Makna Tongkonan Kalolok Pong Sampun bagi Keturunannya

Opini: Dr. Lince Bulutoding, SE., M.Si., Ak., CA., PCIF.,...

Bupati dan Wakil Bupati Tolikara Pimpin Deklarasi Damai, Dua Kelompok yang Bertikai Sepakat Hentikan Konflik

TOLIKARA, Opsi.id – Pemerintah Kabupaten Tolikara berhasil mempertemukan dua...

OJK Cirebon Gelar FinExpo 2026, Lebih dari 8.300 Peserta Terjangkau Edukasi Keuangan

Cirebon – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar Financial...

Amanda Caesa Rilis EP Cute Talks, Angkat Tema Fenomena Almost-Love

Jakarta - Dinamika hubungan antarmanusia di era modern kembali...

Berita Terbaru

Popular Categories