Jakarta – Perjalanan panjang seorang musisi sering kali tercermin dalam karya yang ia hasilkan. Hal itu pula yang tampak dalam rilisan terbaru Gabriella Miranda, atau yang kini dikenal dengan moniker gabsav.
Single berjudul “tangled” menjadi karya keempat dalam proyek solonya, sekaligus refleksi atas pengalaman musikal yang telah ia jalani selama lebih dari 13 tahun.
Gaby memulai kiprahnya dengan berbagai format musik: dari duo elektronik Jeslla, bergabung dengan orkes Twilite, hingga mendampingi band lintas generasi seperti The Upstairs, Mocca, dan Lomba Sihir.
Ia juga aktif dalam proyek eksperimental Tanangan dan Ura-Ura. Semua pengalaman itu membentuk fondasi musikal yang kini dituangkan dalam tangled.
Lagu ini hadir dengan aransemen jazzy yang upbeat namun tetap mellow. Gaby menggambarkan perasaan yang ingin ia sampaikan sebagai fase awal kedekatan yang penuh kerumitan.
“Like having that butterflies-in-my-stomach kind of feeling. Awkward but cute,” ujarnya.
Proses produksi “tangled” melibatkan kolaborasi dengan Adra Karim, musisi jazz dan arranger yang memiliki rekam jejak internasional. Adra dikenal pernah bekerja sama dengan sejumlah nama besar di industri musik Indonesia.
Kolaborasi ini menghasilkan kesamaan visi musikal yang membuat eksplorasi terasa mengalir. Selain itu, Gaby juga menggandeng Restha Wirananda sebagai vocal director sekaligus pengisi layer vokal.
“Kehadiran Restha terasa natural, karena kami sudah punya kedekatan dan selera musikal yang sama,” tutur Gaby.
Inspirasi lain datang dari film Disney “Tangled”. Kisah Rapunzel yang penuh nuansa playful dan berani memberi warna tersendiri pada lagu ini.
“Aku merasa cerita Rapunzel itu relatable banget. Ada rasa gugup, ada keberanian, dan itu semua aku tuangkan di lagu ini,” katanya.
Lewat single “tangled”, Gaby ingin menghadirkan karya yang tidak hanya menyenangkan secara musikal, tetapi juga menyentuh secara emosional.
Lagu ini diharapkan mampu menjadi teman bagi siapa pun yang pernah merasakan manisnya rasa gugup di awal kedekatan. []


