Jakarta – Dunia perfilman Indonesia kembali mencatat prestasi membanggakan. Rumah produksi Forka Films mengumumkan bahwa karya terbaru sutradara Kamila Andini, “Empat Musim Pertiwi” (judul internasional: “Four Seasons in Java”), resmi terpilih untuk tayang perdana global (World Premiere) di ajang bergengsi Toronto International Film Festival (TIFF) 2026.
Film ini akan diputar dalam program Centrepiece, sebuah segmen khusus yang menampilkan film-film berkualitas dari berbagai negara dengan narasi beragam. TIFF 2026 akan berlangsung pada 10–20 September 2026.
Film ini dibintangi oleh deretan aktor papan atas Indonesia, termasuk Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, dan Hana Pitrashata Malasan. Setelah pemutaran perdana di Toronto, Empat Musim Pertiwi akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.
Keterpilihan film ini di TIFF menandai kembalinya Kamila Andini ke panggung festival internasional setelah sebelumnya meraih penghargaan Platform Prize lewat film Yuni pada 2021.
“Ini adalah metafora yang kuat untuk perjalanan karakter saya—alam yang megah, namun bisa terasa sangat isolatif,” kata Kamila.
Ia menekankan bahwa pemilihan Gunung Bromo sebagai latar utama adalah keputusan artistik yang disengaja, untuk mengeksplorasi kontras antara keagungan alam dan kehadiran teknologi yang bisa memberdayakan sekaligus menghancurkan.
“Bromo memang sudah ada sejak awal proses kreatif film ini pada 2017. Bahkan sebelum Gadis Kretek atau Yuni. Secara skala produksi, Empat Musim Pertiwi memang lebih kompleks, berat, dengan kanvas yang lebih besar,” tutur Ifa Isfansyah, selaku produser.
Film ini juga didukung oleh tim kreatif bertabur bintang. Sinematografer Batara Goempar, desainer produksi Dita Gambiro, penata busana Hagai Pakan, penata rias Astrid Sambudiono, dan editor Akhmad Fesdi Anggoro turut memperkuat visi Kamila.
Atmosfer emosional film diperkuat oleh rancangan tata suara dari Vincent Villa serta musik epik hasil kolaborasi Ricky Lionardi dan Bottlesmoker.
Secara genre, Empat Musim Pertiwi berani menjelajahi wilayah baru bagi Kamila Andini. Film ini menggabungkan elemen psychological drama, sci-fi, magical realism, western, dan misteri. Skala produksi yang besar dan visi kreatif yang kompleks menjadikannya karya sinematik paling ambisius dari Kamila sejauh ini.
Ambisi besar film ini juga tercermin dari jaringan kerja sama produksi internasional. Empat Musim Pertiwi merupakan hasil kolaborasi Forka Films (Indonesia) dengan ICI ET LA PRODUCTIONS (Prancis), LEMMING FILM (Belanda), STORM PICTURES (Norwegia), PFX (Polandia), dan GIRAFFE PICTURES (Singapura).
Dari dalam negeri, film ini didukung oleh Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros.
Dengan dukungan tim kreatif yang solid, kolaborasi lintas negara, serta jajaran aktor dan kru terbaik, Empat Musim Pertiwi diharapkan menjadi salah satu karya film Indonesia yang mampu bersinar di panggung internasional sekaligus mendapat sambutan hangat di tanah air.
Film ini akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026. Informasi terbaru mengenai film dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @forkafilms dan situs resmi Forka Films. []

