Jakarta – Grup musik asal Jakarta, Mad Madmen, kembali menegaskan eksistensinya di kancah musik nasional dengan merilis single terbaru bertajuk “TAMAK”.
Lagu ini hadir sebagai tindak lanjut dari single pembuka Chiang Mai (CNX) dan menjadi bagian dari rangkaian menuju album penuh kedua mereka.
Kehadiran lagu “TAMAK” sekaligus memperkuat visi musikalitas baru yang tengah dibangun oleh band yang dikenal dengan sebutan Controlled-Chaos Power Trio tersebut.
Berbeda dengan single perdana yang ditulis oleh drummer Andika Rahimy, single “TAMAK” kali ini menghadirkan sentuhan dari basis sekaligus vokalis, Marvin Muhammad, sebagai penulis utama.
Mad Madmen menegaskan bahwa album kedua mereka tetap berlandaskan cetak biru musikalitas yang terbagi ke dalam tiga persona, yakni Kalam mewakili Chaos (kekacauan), Marvin mewakili Structured (keteraturan), dan Andika hadir sebagai jembatan melalui Structured-Chaos (keteraturan yang kacau).
Meski demikian, pembagian ini tidak bersifat kaku, melainkan menjadi ruang eksplorasi yang cair bagi setiap personel.
“Kategori persona yang kami rumuskan bukanlah sesuatu yang eksklusif, melainkan satu keutuhan yang dibagi tiga. Hanya karena secara persona dan gaya bermusik saya struktural, bukan berarti saya tidak diizinkan atau tidak bisa menulis lagu yang lebih chaotic,” kata Marvin.
Sementara itu, Kalam menambahkan bahwa proses kreatif mereka kerap melibatkan eksperimen saling meniru gaya satu sama lain.
“Bukan sesuatu yang jarang bagi kami untuk berusaha menciptakan lagu dengan menggunakan satu sama lain sebagai referensi. Yang menarik adalah: gaya chaos-nya Marvin akan sangat berbeda dengan gaya chaos saya, begitupun sebaliknya. Namun, output akhirnya akan tetap terdengar seperti Mad Madmen,” katanya.
Keunikan single “TAMAK” juga tercermin dari proses produksinya yang penuh tantangan. Salah satu keputusan krusial adalah perubahan bahasa lirik secara mendadak.
“Keputusan untuk mengubah syair dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia sebenarnya sudah ada cukup lama, namun eksekusi penggantiannya baru dilakukan tepat H-3 sebelum harus take vokal,” ujar Andika.
Perubahan tersebut memberikan dampak signifikan terhadap karakter lagu.
“Entahlah secara sengaja atau tidak, namun lagu ini menjadi salah satu lagu kami yang paling politis. Lebih dari apapun, mungkin ada hal-hal tertentu yang secara alam bawah sadar mengusik dan meresahkan kami sebagai warga,” kata Marvin.
Dengan hadirnya lagu “TAMAK”, Mad Madmen membuktikan bahwa meski mereka memiliki struktur persona yang jelas, kebebasan kreatif tetap menjadi bahan bakar utama yang menjaga relevansi musik mereka.
Lagu ini tidak hanya menghadirkan energi chaotic, tetapi juga narasi tajam yang mencerminkan keresahan sosial.
Single “TAMAK” kini telah tersedia di seluruh platform musik digital. []

