Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Tiket Pesawat Domestik

Jakarta – Menyusul ketegangan geopolitik, harga avtur sebagai bahan bakar pesawat mengalami lonjakan.

Pemerintah pun berupaya menjaga kenaikan harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi di kisaran 9 hingga 13 persen. 

Sejumlah kebijakan lainnya disiapkan.

Antara lain penyesuaian biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge), pemberlakuan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11 persen, serta pembebasan bea masuk suku cadang pesawat.

Kenaikan harga avtur yang mencapai 70 hingga 80 persen sejak 1 April 2026 mendorong pemerintah melakukan penyesuaian. Mengingat komponen ini menyumbang sekitar 40 persen dari biaya operasional maskapai. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto, avtur merupakan bahan bakar nonsubsidi yang mengikuti harga pasar global. Sehingga penyesuaian diperlukan untuk menjaga keberlanjutan industri penerbangan.

Meski demikian, pemerintah tetap mengutamakan daya beli masyarakat melalui berbagai intervensi kebijakan. 

“Pemerintah mempersiapkan langkah mitigasi strategis agar harga tiket tetap terjangkau di masyarakat. Jadi, yang kita jaga adalah harga tiketnya,” ujar Airlangga dalam Konferensi Pers Kebijakan Transportasi dan BBM di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 6 April 2026.

Menko Perekonomian merinci langkah yang diambil pemerintah. 

Pertama, pemberian insentif PPN DTP sebesar 11 persen untuk tiket pesawat kelas ekonomi dengan anggaran Rp1,3 triliun per bulan atau Rp2,6 triliun selama dua bulan. 

Kedua, penetapan batas fuel surcharge sebesar 38 persen agar maskapai dapat menyesuaikan tarif tanpa membebani masyarakat secara berlebihan. 

“Untuk menjaga kenaikan harga tiket domestik agar tetap terjangkau oleh masyarakat, maka pemerintah menjaga kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9 persen hingga 13 persen,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah juga menurunkan bea masuk suku cadang pesawat menjadi 0 persen. Hal ini guna menekan biaya operasional dan meningkatkan daya saing industri penerbangan. 

Airlangga menambahkan harga avtur domestik masih relatif kompetitif dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lain, seperti Filipina dan Thailand.

Pemerintah juga memastikan pasokan energi nasional tetap aman di tengah dinamika global. 

Menteri Perhubungan Dudi Purwagandhi menegaskan bahwa penyesuaian kebijakan dilakukan bersama pelaku industri. 

“Kami telah berkoordinasi dengan seluruh airlines dan penetapan 38 persen ini merupakan angka yang ideal untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan industri dan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dukungan fiskal tetap kuat untuk menopang kebijakan tersebut. 

“Masyarakat tidak perlu khawatir, anggaran kita cukup dan seluruh kebijakan ini sudah kami perhitungkan dengan baik,” tutupnya. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Pulang Kampung Pimpin Polda Sulsel, Irjen Awal Tekankan soal Siri Na Pacce

Makassar, OPSI.ID - Inspektur Jenderal M Awal Chairuddin resmi...

‎Adu Argumen soal AI, Mahasiswa ITPLN Antusias Ikuti Debat Berbahasa Inggris

Jakarta – Language Development Center Institut Teknologi PLN (ITPLN)...

Menuju Piala Asia 2027, John Herdman Siapkan Filosofi Baru untuk Timnas Indonesia

Jakarta, OPSI.ID - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, akhirnya...

‎BP Tapera Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian/Lembaga, Percepatan Pembangunan Perumahan Nasional

‎Jakarta – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera)...

Petambak Garam Cirebon Dibidik Naik Kelas, OJK Buka Akses Modal dan Kemitraan Usaha

Cirebon – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mendorong petambak...

Berita Terbaru

Popular Categories