Herman Khaeron Dorong Revisi UU Perkoperasian Secara Menyeluruh untuk Perkuat Koperasi Nasional

Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, menekankan pentingnya revisi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada perubahan sejumlah pasal tertentu. Menurutnya, pembaruan regulasi koperasi harus dirancang secara komprehensif agar mampu menjawab berbagai tantangan yang selama ini menghambat perkembangan sektor koperasi di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Herman dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Koperasi yang membahas Rancangan Undang-Undang Perubahan Keempat atas UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (17/6).

Menurut politisi Partai Demokrat itu, pembahasan regulasi koperasi tidak dapat dilakukan secara parsial dengan hanya berpedoman pada satu bagian dari Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Ia menilai seluruh norma yang terkandung dalam pasal tersebut harus menjadi landasan dalam penyusunan regulasi baru agar koperasi memiliki arah pengembangan yang lebih kuat dan terintegrasi.

Herman menyambut positif dimulainya proses revisi undang-undang yang telah lama dinantikan pelaku koperasi. Ia mengingatkan bahwa sejak Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi, Indonesia kembali menggunakan UU Nomor 25 Tahun 1992 sebagai dasar hukum sementara. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan ketidakpastian yang berkepanjangan bagi dunia perkoperasian.

Ia menilai ketidakjelasan regulasi selama bertahun-tahun telah berdampak terhadap melemahnya perkembangan koperasi nasional. Situasi tersebut juga disebut membuka ruang terjadinya berbagai pelanggaran dalam praktik perkoperasian yang berpotensi merugikan masyarakat.

Menurut Herman, lemahnya sistem pengawasan menjadi salah satu persoalan utama yang perlu segera dibenahi. Pasalnya, aktivitas koperasi banyak berkaitan dengan pengelolaan dana masyarakat sehingga membutuhkan regulasi yang mampu memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat mekanisme pengawasan.

Dalam pandangannya, revisi UU Perkoperasian tidak boleh hanya berlandaskan Pasal 33 ayat (1) UUD 1945 yang menegaskan perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Ia mendorong agar penyusunan aturan baru juga mengakomodasi keterkaitan dengan ayat-ayat lain dalam Pasal 33 yang mengatur penguasaan cabang produksi penting oleh negara, pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, serta sistem perekonomian nasional.

Herman menilai integrasi norma pada Pasal 33 ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) menjadi aspek penting dalam memperkuat posisi koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi nasional. Dengan pendekatan tersebut, regulasi yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan landasan yang lebih kokoh bagi pengembangan koperasi di masa mendatang.

Selain itu, ia mengungkapkan masih terdapat sejumlah pasal strategis yang perlu mendapat perhatian dalam pembahasan lanjutan RUU Perkoperasian. Berbagai ketentuan tersebut dinilai penting untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan perlindungan bagi anggota koperasi, serta menciptakan kepastian hukum yang lebih baik bagi seluruh pelaku usaha koperasi di Indonesia. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Masih Syuting, Sunil Samtani Ungkap Jadwal Tayang Film Pengabdi Setan 2: Communion

Jakarta - Produser Rapi Films, Sunil Samtani, membeberkan jadwal...

Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus Setelah Polri Geledah Rumahnya

Jakarta, Opsi.id  – Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin resmi menerima...

Spanyol Lolos Dramatis ke Semifinal Piala Dunia 2026, Singkirkan Belgia 2-1

Los Angeles, Opsi.id– Spanyol memastikan satu tempat di semifinal...

Eks Gitaris ERK, Reza Ryan Perkenalkan Kantusfirmus Lewat Lagu Bintang Magnolia

Jakarta - Setelah lama dikenal sebagai gitaris Efek Rumah...

Penyanyi Solo, Audi Kirana Rilis Album Debut Teenagerism

Jakarta - Penyanyi dan penulis lagu rock asal Jakarta,...

Project Pop Bakal Gandeng NPD hingga Inul di Konser Perayaan HUT 30 Tahun

Jakarta - Menandai tiga dekade perjalanan di belantika musik...

Aktivis Jakarta SGY Diminta Jadi Motor Perubahan Menuju Kota Global

Jakarta – Aktivis Jakarta sekaligus Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati...

‎Mahfud MD Dukung Polri vs Kejagung Saling Berlomba Bongkar Korupsi

Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan...

Rachmat Gobel Wafat, Jokowi Melayat

Jakarta, Opsi.id -  Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)...

Berita Terbaru

Popular Categories