Kalsel Dikepung 696 Hotspot, 29 Titik Berstatus Tinggi, Ribuan Hektare Hutan Terbakar

BANJARBARU, Opsi.id  – Kalimantan Selatan (Kalsel) menghadapi ancaman serius kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 696 titik panas atau hotspot di berbagai wilayah Kalsel berdasarkan pemutakhiran data pada Minggu (23/8/2026).

Dari jumlah tersebut, 622 titik berada pada tingkat sedang, sementara 29 titik masuk kategori tinggi. Adapun 45 titik lainnya berada pada tingkat rendah.

Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena hasil evaluasi Fire Weather Index (FWI) BMKG menunjukkan wilayah Kalsel didominasi indikator tingkat tinggi atau zona merah, yang menggambarkan tingginya intensitas api dan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarbaru, Fitma Surya Arghani, mengatakan sebaran hotspot terjadi di hampir seluruh wilayah Kalsel.

“Data koordinat dan lokasi administratif, sebaran titik panas utama meliputi Kabupaten Banjar 127 titik, Hulu Sungai Selatan 115 titik, Tapin 104 titik, Hulu Sungai Utara 65 titik, Tanah Laut 58 titik, Hulu Sungai Tengah 48 titik, serta Kotabaru 46 titik,” ujar Fitma, dikutip dari Antara.

Kabupaten Banjar Tertinggi

Kabupaten Banjar menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 127 titik.

Selanjutnya Hulu Sungai Selatan dengan 115 titik dan Tapin 104 titik.

Hulu Sungai Utara tercatat 65 titik, Tanah Laut 58 titik, Hulu Sungai Tengah 48 titik, serta Kotabaru 46 titik.

Hotspot juga terdeteksi di Balangan dan Tanah Bumbu masing-masing 33 titik, Kota Banjarbaru 28 titik, Barito Kuala 21 titik, serta Tabalong 18 titik.

Sebaran tersebut menunjukkan ancaman karhutla tidak terkonsentrasi di satu wilayah, tetapi meluas ke berbagai kabupaten dan kota di Kalsel.

29 Titik Masuk Kategori Tinggi

BMKG mengklasifikasikan tingkat kepastian fenomena titik panas ke dalam tiga kategori, yakni tingkat 7 atau rendah, tingkat 8 atau sedang, dan tingkat 9 atau tinggi.

Kategori tingkat 9 menunjukkan tingkat kepastian terjadinya karhutla yang sangat tinggi.

Sejumlah titik panas dengan tingkat 9 terdeteksi antara lain di Karang Intan, Daha Selatan, Batang Alai Utara, Tapin Selatan, dan Pulau Laut Barat.

Sementara itu, kategori tingkat 8 menjadi kategori yang mendominasi keseluruhan laporan hotspot di Kalsel.

Karhutla Sudah Capai 6.905 Hektare

Ancaman tersebut bukan sekadar angka hotspot.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan hingga 21 Agustus 2026 mencatat 1.651 kejadian karhutla.

Luas wilayah yang terbakar diperkirakan mencapai 6.905,67 hektare.

Angka tersebut menunjukkan besarnya dampak karhutla yang telah terjadi sekaligus menjadi peringatan terhadap potensi meluasnya kebakaran jika kondisi cuaca tetap kering dan pengendalian tidak diperkuat.

Hotspot Bisa Tak Terdeteksi Saat Tertutup Awan

BMKG menjelaskan pemantauan hotspot dilakukan menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar NOAA-20, S-NPP, TERRA, dan AQUA.

Sensor tersebut mendeteksi anomali suhu permukaan dibandingkan dengan wilayah di sekitarnya melalui observasi siang dan malam.

Namun, BMKG mengingatkan bahwa hotspot tidak dapat terdeteksi pada wilayah yang tertutup awan atau berada dalam kondisi blank zone.

Artinya, jumlah hotspot yang terdeteksi melalui satelit bukan selalu gambaran keseluruhan titik api yang terjadi di lapangan.

Dengan 696 hotspot, dominasi indikator FWI kategori tinggi, serta catatan 1.651 kejadian karhutla dengan luas terbakar mencapai 6.905,67 hektare, Kalsel kini menghadapi tekanan serius akibat kebakaran hutan dan lahan.

Pemantauan dan penanganan di lapangan menjadi semakin penting untuk mencegah titik-titik panas tersebut berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan berdampak terhadap masyarakat. []

Baca juga: Bara Karhutla Kalimantan Belum Mati, BNPB Kerahkan 30 Helikopter dan Kejar Hujan Buatan

Baca juga: Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla, BNPB Laporkan 198 Hotspot Kepercayaan Tinggi di Kalbar

Baca juga: Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terkait Karhutla Kalimantan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

AFC Nations League Bakal Jadi Kualifikasi Piala Dunia 2034, Begini Formatnya

Jakarta, OPSI.ID - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) disebut...

Sea World Ancol Masuki Era Ekowisata Berbasis Teknologi Digital di HUT ke-34

Jakarta - Memasuki fase kematangan institusional di tahun kelahirannya...

AI Minum Air Waduk Jatiluhur: Mengapa Proyek Rp3,5 Triliun Bisa Dibangun Tanpa AMDAL dan PBG?

*Opini: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik...

Anya Geraldine dan Omar Daniel Bintangi Video Klip Terpesona Milik BCL & Josh Flo

Jakarta - Dunia musik tanah air kembali disuguhkan karya...

Turbokidz Rilis Single Jangan Ganggu Hari Ini via demajors

Jakarta - Grup musik indie pop/alternative Turbokidz kembali memperkaya...

PT DSI Perkuat Ekosistem Ekspor Komoditas Strategis melalui Pilot Platform

Jakarta — PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI...

Wantimpres Prabowo 26 Orang: Seberapa Mahal Harga Sebuah Nasihat?

*Opini: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik...

Berita Terbaru

Popular Categories