“Kami terus mengarahkan penyelesaian berbagai gesekan secara persuasif. Saya juga mengapresiasi bahwa Riau dalam sepuluh tahun terakhir sudah cukup moderat. Masyarakat dapat hidup berdampingan meskipun berbeda agama,” katanya.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menekankan pentingnya menjaga toleransi dan mencegah berkembangnya paham intoleran yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Herry mengajak GAMKI Riau menjadi bagian dari elemen masyarakat yang aktif menjaga keharmonisan serta mengedepankan dialog ketika muncul persoalan di tengah masyarakat.
“Di mana pun saya bertugas, saya selalu melawan potensi gerakan intoleran yang ingin memecah umat. Caranya dengan berdialog apabila mulai muncul gesekan, bukan dengan kekerasan,” ujar Herry.
Kapolda juga mengingatkan pentingnya mengambil pelajaran dari konflik komunal yang pernah terjadi di Ambon agar kejadian serupa tidak terulang di daerah lain.
Menurut Herry, perbedaan agama tidak seharusnya menjadi alasan bagi masyarakat untuk saling bermusuhan.
Ia mencontohkan kehidupan masyarakat di Dumai yang menurutnya mampu menunjukkan sikap toleransi dan hidup berdampingan dalam keberagaman.
“Kita harus tetap rendah hati dan sabar. Jangan mudah terpancing atau diprovokasi ketika berhadapan dengan persoalan perbedaan agama. Kita harus menjaga kerukunan yang sudah baik dan mempertahankannya di seluruh daerah di Riau maupun Indonesia,” tegasnya.


