Kayu Manis Dicampur Kopi Disebut Ampuh Turunkan Berat Badan, Benarkah?

Ada Dua Jenis Kayu Manis

Tidak semua kayu manis memiliki kandungan yang sama.

Secara umum terdapat jenis Cassia dan Ceylon.

Keduanya berasal dari kulit pohon Cinnamomum yang dikeringkan dan digiling. Keduanya juga mengandung cinnamaldehyde, senyawa yang memberikan aroma dan rasa khas kayu manis.

Kayu manis Cassia merupakan jenis yang paling umum ditemukan di toko bahan makanan atau supermarket.

Rasanya cenderung lebih pahit dan mengandung sekitar 95 persen cinnamaldehyde.

Sementara itu, kayu manis Ceylon memiliki rasa yang lebih manis dengan kandungan cinnamaldehyde sekitar 50-60 persen.

Perbedaan jenis ini menjadi penting ketika kayu manis dikonsumsi secara rutin dalam jumlah banyak.

Waspadai Coumarin

Alih-alih mendapatkan manfaat lebih besar dengan menambah dosis kayu manis, konsumsi berlebihan justru dapat meningkatkan risiko kesehatan.

Salah satu senyawa yang perlu diperhatikan adalah coumarin.

Senyawa tersebut diketahui dapat bersifat racun terhadap organ hati apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) menetapkan batas asupan coumarin sebesar 0,1 miligram per kilogram berat badan per hari.

Kandungan coumarin pada kayu manis Cassia dapat mencapai sekitar 1 persen.

Sebaliknya, kayu manis Ceylon memiliki kandungan coumarin yang jauh lebih rendah, sekitar 0,004 persen.

Sebagai gambaran, seseorang dengan berat badan 60 kilogram dapat melewati batas aman harian apabila mengonsumsi sekitar 6 gram atau dua sendok teh kayu manis Cassia.

Karena itu, menambah jumlah kayu manis bukan berarti memperbesar manfaat penurunan berat badan.

Ada Risiko Logam Berat

Risiko lain juga perlu diperhatikan.

Dalam beberapa bulan terakhir, otoritas kesehatan di Amerika Serikat dan Australia mengeluarkan peringatan terkait temuan timbal dan logam berat lainnya pada sejumlah produk olahan kayu manis.

Kontaminasi tersebut dapat berasal dari lingkungan tempat tanaman tumbuh maupun proses pemanenannya.

Selain itu, sebagian orang juga dapat mengalami efek samping seperti gangguan atau nyeri saluran pencernaan dan reaksi alergi.

Karena itu, penggunaan kayu manis sebagai bumbu dalam jumlah wajar berbeda dengan mengonsumsinya dalam dosis tinggi dengan tujuan mendapatkan efek kesehatan tertentu.

Jadi, Apakah Kopi Kayu Manis Bisa Membakar Lemak?

Jawabannya: efeknya mungkin ada, tetapi sangat kecil dan tidak seperti klaim yang beredar di media sosial.

Penelitian memang menunjukkan kayu manis berpotensi memberikan sedikit pengaruh terhadap berat badan dan lingkar pinggang.

Namun, penelitian berkualitas tinggi tidak menunjukkan bukti bahwa kayu manis mampu menyebabkan pembakaran lemak yang signifikan.

Terlebih, penelitian berlangsung selama dua hingga enam bulan, sementara klaim viral di media sosial menyebut hasil dapat diperoleh hanya dalam waktu satu minggu.

Tidak ada bukti dari materi penelitian tersebut yang mendukung klaim bahwa satu sendok teh kayu manis dalam kopi selama tujuh hari dapat secara signifikan membakar lemak tubuh.

Menambahkan sedikit kayu manis ke kopi boleh saja dilakukan sebagai bagian dari pola konsumsi makanan dan minuman, tetapi jangan menganggapnya sebagai jalan pintas untuk membakar lemak.

Penurunan berat badan tetap sangat bergantung pada pola makan, aktivitas fisik dan perubahan gaya hidup secara keseluruhan.

Yang terpenting, menambah dosis kayu manis tidak terbukti memberikan manfaat tambahan.

Sebaliknya, konsumsi berlebihan justru dapat meningkatkan risiko efek samping, terutama terkait kandungan coumarin pada jenis Cassia.

Jadi, sebelum mengikuti tren kesehatan di media sosial, jangan hanya melihat klaimnya.

Periksa juga dosis, jenis bahan yang digunakan, lama penelitian dan apakah hasil penelitian benar-benar sama dengan kebiasaan yang sedang viral. [Kompas.com]

Baca juga: Kopi Gayo Masuk 10 Besar Produsen Kopi Terbaik Dunia 2026

Baca juga: ICX Medan 2026 Resmi Digelar, Sumatera Perkuat Ekosistem Kopi Nasional

Baca juga: Karakter Filosofi Kopi Dibawa ke Arena Laga di Film Ben & Jody, Dee Lestari Merespons

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

SIMAKDIALOG Rilis Album Fisik 1995 Bareng Demajors

Jakarta - Kolektif musik jazz kontemporer legendaris, SIMAKDIALOG, kembali...

Peringatan 100 Tahun Inspirasi Generasi Penyiar – Tribute to Sambas Mangundikarta Digelar di Jakarta

Jakarta - Sejarah panjang dunia penyiaran dan jurnalistik Indonesia...

Petrokimia Gresik Libatkan 26 Karyawan dalam Pemberdayaan Warga Gowa

Gowa, OPSI.ID - Sebanyak 26 karyawan PT Petrokimia Gresik...

Wali Sampaikan Doa untuk Korban Karhutla dan Rakyat Palestina di Synchronize Fest 2026

Jakarta - Perhelatan festival musik tahunan Synchronize Fest 2026...

Indro Warkop Kenang Dono dan Kasino di Synchronize Fest 2026

Jakarta - Panggung seni dan hiburan tanah air kembali...

Bupati Tolikara dan Senator Arianto Kogoya Tinjau Kesiapan Rapat BPL GIDI di Kanggime

TOLIKARA, Opsi.id  – Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., bersama...

‎Suroso Isnandar Jadi Dirut PLN, Guru Besar ITPLN: Transisi Energi Jadi Ujian Besar

‎Jakarta — Guru Besar Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof....

Berita Terbaru

Popular Categories