Keluarga Raja Gowa Minta Perda Bupati Jadi Raja Dicabut

Makassar, OPSI.IDKeluarga Kerajaan Gowa secara tegas mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Kabupaten Gowa untuk segera mencabut Peraturan Daerah (Perda) terkait kelembagaan adat.

Regulasi tersebut dinilai cacat konsep karena menjadikan dasar hukum pengangkatan bupati sebagai Raja Gowa.

Perda tersebut juga diduga menjadi salah satu memicu terjadinya dualisme serta konflik berkepanjangan di masyarakat.

Kuasa Hukum Putra Mahkota Kerajaan Gowa, Wawan Nur Rewa, mengatakan, bahwa Perda tersebut sudah tidak lagi relevan dan tidak boleh sekadar direvisi. Sehingga, Perda harus dicabut.

“Kami tidak meminta revisi. Perda itu harus dicabut terlebih dahulu, baru kemudian disusun regulasi baru yang sesuai dengan aturan dan kondisi kekinian. Konsep dasarnya sejak awal sudah keliru, sehingga tidak bisa diperbaiki hanya dengan revisi,” kata Wawan saat jumpa pers, Selasa (21/7) malam.

Keluarga kerajaan, kata Wawan, mengajukan tujuh poin aspirasi, dengan tuntutan utamanya ialah pencabutan Perda dan pemulihan marwah luhur kerajaan.

Wawan menggarisbawahi bahwa tuntutan murni untuk menjaga warisan sejarah, bukanlah menghidupkan sistem pemerintahan masa lalu.

“Kami tidak ingin mengembalikan sistem kerajaan. Raja hanya berperan sebagai simbol budaya, bukan pemegang kekuasaan pemerintahan. Semua tetap berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” lanjutnya.

Mengenai polemik garis keturunan yang kembali mencuat, pihak Putra Mahkota menyatakan tidak gentar.

Mereka mengaku mengantongi dokumen silsilah dan legalitas hukum yang kuat, serta siap diuji secara terbuka demi membuktikan keabsahan struktur yang ada.

Kami ingin menunjukkan kepada publik bahwa struktur keluarga kerajaan yang kami miliki sah dan berdasarkan data,” tegasnya.

Wawan menjelaskan, mekanisme suksesi Raja Gowa ke-37 telah disepakati sejak lama oleh internal keluarga, di mana takhta dilanjutkan oleh adik kandung Raja ke-36 pasca-wafatnya sang baginda.

Sebagai bentuk keseriusan, keluarga kerajaan bersama elemen masyarakat dijadwalkan akan menggelar aksi penyampaian aspirasi secara massal pada awal Agustus 2026 mendatang.

Aksi ini bertujuan memberikan desakan moral agar Pemerintah Kabupaten Gowa dan DPRD segera mengambil langkah konkret menghapus regulasi tersebut. (LA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Masih Syuting, Sunil Samtani Ungkap Jadwal Tayang Film Pengabdi Setan 2: Communion

Jakarta - Produser Rapi Films, Sunil Samtani, membeberkan jadwal...

Ekonom: Lonjakan Kredit Perbankan Belum Cukup Jadi Bukti Pemulihan Ekonomi RI Menguat dan Merata

Jakarta – Peningkatan penyaluran kredit baru perbankan pada triwulan...

Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

Jakarta, OPSI.ID - Nanik S Deyang resmi mengundurkan diri...

Petarung MMA dan Muaythai, Kikong Rilis Single Rencana Gila

Jakarta - Sosok Kikong dikenal sebagai petarung MMA dan...

Tim 9 Jaksa Senior Tangani Kasus Febrie Adriansyah, Mayoritas Alumni KPK

JAKARTA, OPSI.id  – Kejaksaan Agung (Kejagung) membentuk tim khusus...

Trio Rock Mad Madmen Lepas Single Chiang Mai (CNX)

Jakarta - Unit musik asal ibu kota yang menamakan...

Prabowo Genjot Motor Listrik Nasional, Istana: Kurangi Ketergantungan BBM Fosil

JAKARTA, OPSI.id – Pemerintah menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan industri...

Berita Terbaru

Popular Categories