“Twisha sedang berbicara dengan ibunya ketika tiba-tiba sambungan terputus,” ujarnya dikutip dari BBC, Jumat (22/5/2026).
Menurut keluarga, sekitar 20 menit kemudian Giribala Singh mengangkat telepon dan mengatakan bahwa Twisha telah meninggal.
Keluarga korban juga mempertanyakan prosedur yang dilakukan pihak mertua karena mereka tidak segera melaporkan kejadian itu kepada polisi.
Laporan autopsi pertama menyebut Twisha meninggal karena gantung diri, namun juga menemukan adanya luka-luka sebelum kematiannya.
Keluarga korban menolak hasil tersebut dan meminta autopsi ulang, tetapi permintaan itu ditolak pengadilan.
Kasus ini semakin memanas setelah Giribala Singh menggelar konferensi pers dan memberikan sejumlah wawancara media yang membahas kondisi mental Twisha.
Baca juga: PA 212 Klaim Ribuan Massa Bakal Kepung Kedubes India
Pernyataannya memicu kemarahan publik dan tudingan bahwa ia mencoba merusak nama baik korban.
Komisioner Polisi Bhopal Sanjay Kumar mengakui adanya sejumlah kelalaian dalam penyelidikan awal, tetapi menyebut indikasi sementara mengarah pada bunuh diri.
Meski demikian, keluarga Sharma tetap bersikeras bahwa Twisha dibunuh dan menuding ada pihak berpengaruh yang berupaya menghambat proses hukum.
Kasus tersebut kini juga mendapat perhatian pemerintah daerah Madhya Pradesh.
Kepala Menteri Madhya Pradesh Mohan Yadav mengatakan pihaknya akan meminta penyelidikan oleh kepolisian federal India untuk memastikan proses hukum berjalan transparan. []

