Kenali Tiga Gejala Terserang Stroke Bisa Terjadi Mendadak

Jakarta – Dosen klinis senior di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr. Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC, MARS menuturkan, setidaknya ada tiga gejala terserang stroke yang paling sering dialami pasien, dan hal itu bisa terjadi secara mendadak.

Ketiga gejala itu adalah tidak simetrisnya wajah, menurunnya kekuatan salah satu anggota gerak tubuh, dan terganggunya bicara.

“Gejala paling banyak yang dialami pasien stroke, tidak simetrisnya wajah. Menurunnya kekuatan dari salah satu anggota gerak, bicara terganggu,” ujar dr. Mursyid Bustami dikutip Opsi, Jumat, 19 November 2021.

Selain ketiga gejala ini, ada juga pasien yang merasakan sakit kepala sangat hebat, diikuti penurunan kesadaran, pusing, dan gangguan perilaku.

Penanganan Medis Sebelum 4,5 Jam

Mursyid melanjutkan, bila gejala-gejala ini muncul, maka pasien perlu segera mendapatkan penanganan tenaga medis.

Dia hanya memiliki waktu maksimal 4,5 jam sebelum kematian sel saraf terjadi atau hal-hal buruk lainnya timbul termasuk kematian.

“Kalau ada gejala, terjadi mendadak atau akut, yang harus dilakukan harus pergi ke fasilitas kesehatan. Cari rumah sakit yang tepat, yang bisa melayani cepat. 4,5 jam itu golden periode. Satu detik bisa bermanfaat mencegah kematian sel saraf. Kalau kita delay sejam dua jam akibatnya akan buruk,” kata dia.

Mursyid mengatakan, kecacatan yang bisa terjadi bila penanganan terlambat diberikan bisa bervariasi. Dari yang tak terlihat seperti gangguan konsentrasi, masalah mengingat, hingga kasat mata antara lain melemahnya anggota gerak. Bahkan membuat pasien selamanya harus beraktivitas di atas tempat tidur.

Terkait gejala terserang stroke, Ketua Indonesian Stroke Society (ISS) sekaligus dokter spesialis saraf dr. Adin Nulkhasanah, SpS, MARS, mengatakan kondisi ini terjadi akibat terganggunya peredaran darah otak, bisa juga akibat sumbatan (80 persen) atau pendarahan.

“Karena sumbatan ini dan gangguan pembuluh darah di otak, fungsi-fungsi di otak juga terganggu,” kata dia.

Ada banyak faktor yang menyebabkan stroke, seperti pertambahan usia, genetik, lalu faktor penyakit seperti kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, obesitas, serta gaya hidup tak sehat mencakup penuh stres, malas berolahraga, dan pola makan buruk.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 memperlihatkan stroke dialami 7 per 1000 orang dan angka ini naik menjadi 10,9 pada tahun 2018. Adin memprediksi kejadian stroke yang meningkat seiring masih tingginya angka faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Drama 11 Gol di GBK! Timnas Indonesia Hancurkan Bangladesh 9-2

Jakarta, OPSI.ID - Timnas Indonesia memastikan tiket ke babak...

Pansus DPRD DKI Temukan Dugaan Manipulasi Omzet Parkir di Sejumlah RSUD

‎Jakarta - Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD...

Presiden Prabowo Subianto Resmi Lantik 18 Pejabat Baru Kabinet dan Lembaga Negara

Jakarta, OPSI.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara...

Azas Tigor Nainggolan Soroti Parkir Liar Jakarta: Potensi Retribusi Capai Rp8,04 Triliun per Tahun

Jakarta - Analis Kebijakan Transportasi sekaligus Ketua Koalisi Warga...

Pelajar 14 Tahun Bobol Konter HP di Cirebon, Wajah Ditutupi Celana

Cirebon – Seorang pelajar berusia 14 tahun diamankan Satuan...

Sidak RSD Gunung Jati Cirebon, DPRD Minta Kondisi Keuangan dan Utang Dibuka Transparan

Cirebon – Komisi III DPRD Kota Cirebon menyoroti sejumlah...

DPRD DKI Jakarta Minta DLH Optimalisasi Pengelolaan RDF secara Efektif dan Efisien

‎Jakarta - Komisi C DPRD DKI Jakarta menyoroti efektivitas...

Berita Terbaru

Popular Categories