Kiai Maman Minta Wacana War Ticket Haji Dihentikan

Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq, meminta pemerintah menghentikan sementara wacana war ticket haji.

Ia menilai gagasan tersebut tidak tepat di tengah persiapan penyelenggaraan ibadah haji yang sudah memasuki tahap krusial.

Maman menyampaikan hal itu dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Haji dan Umrah di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa,14 April 2026.

“Kita sedang memasuki fase krusial persiapan haji. Semua pihak seharusnya fokus pada kesiapan layanan jemaah, bukan memunculkan wacana baru yang berpotensi menimbulkan kebingungan di masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, wacana war ticket haji berisiko menimbulkan persepsi ketidakadilan dalam sistem antrean yang selama ini telah diatur secara ketat dan transparan.

Ia menegaskan pengelolaan kuota harus tetap mengedepankan prinsip keadilan dan akuntabilitas.

Dorong Prioritas untuk Jemaah Lansia

Maman menilai persoalan yang lebih mendesak adalah percepatan antrean haji, khususnya bagi jemaah lanjut usia (lansia).

Ia menyoroti masih banyak calon jemaah yang harus menunggu bertahun-tahun hingga berangkat dalam kondisi kesehatan yang menurun.

“Kita harus jujur melihat realitas. Banyak jemaah lansia yang sudah menunggu lama, bahkan ada yang wafat sebelum sempat berangkat. Ini yang harus menjadi prioritas kebijakan,” tegasnya.

Ia mendorong pemerintah memperkuat kebijakan afirmatif bagi lansia, seperti penambahan kuota khusus secara proporsional serta optimalisasi sistem prioritas berdasarkan usia dan masa tunggu.

Evaluasi Sistem Antrean Haji

Selain itu, Maman juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem antrean haji nasional agar lebih adaptif, transparan, dan berkeadilan.

Ia menilai kebijakan haji tidak sekadar soal teknis keberangkatan, tetapi juga menyangkut keadilan sosial bagi umat.

“Negara harus hadir memastikan mereka yang paling membutuhkan mendapatkan prioritas,” ujarnya.

Ia menegaskan Komisi VIII DPR RI akan terus mengawal kebijakan penyelenggaraan haji agar berpihak pada kepentingan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Bejat! Oknum Kiai di Pati Cabuli 50 Santriwati di Ponpes

Pati, Opsi.id - Kasus pencabulan kembali terungkap. kali ini...

Profil Karutan Balige Valen Sonar Rumbiak, Sah Menyandang Marga Pardede

Toba, Opsi.id - Kepala Rutan Kelas IIB Balige, Valen...

Spotify Party of the Year(s) Hadirkan Nostalgia 20 Tahun Musik Digital

Jakarta - Spotify merayakan perjalanan panjangnya dengan menghadirkan fitur...

Ismaya Live Rilis Aftermovie DWP 2025, Umumkan Tanggal DWP 2026

Jakarta - Promotor Ismaya Live kembali menghadirkan energi luar...

Prabowo: Rp40 Triliun Aset Negara Diselamatkan

Jakarta, Opsi.id  - Prabowo Subianto menegaskan penyelamatan aset negara...

Unras Plasma Simalungun Memuncak, Polisi Berhasil Cegah Bentrokan

Simalungun, Opsi.id  - Aksi unjuk rasa jilid II digelar...

Persimaju Mamuju Siap Kejutkan Lawan di Fase Grup Liga 4 Piala Presiden 2026

Mamuju, OPSI.ID - Drawing babak 64 besar Liga 4...

Pramono Anung Prioritaskan Keamanan saat Proyek LRT Jakarta 1B Velodrome-Manggarai Dikebut

‎Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan aspek...

DPRD Minta Direktur Baru Benahi Pelayanan RSUD SK Lerik Kupang

Kupang, Opsi.id - DPRD Kota Kupang meminta Direktur RSUD...

Berita Terbaru

Popular Categories