Komisi C DPRD DKI Minta TransJakarta Tak Selalu Andalkan APBD, Beban Subsidi Mencapai Rp4,2 Triliun

Jakarta – Komisi C DPRD DKI Jakarta mendorong direksi PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) untuk mulai mencari terobosan dan sumber pendapatan baru agar tidak terus bergantung pada subsidi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

‎Ketua Komisi C DPRD DKI Dimaz Raditya Nazar Soesatyo mengatakan, besarnya subsidi yang digelontorkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam postur APBD untuk sektor transportasi, menjadi tantangan tersendiri di tengah tekanan fiskal daerah.

‎Menurut politisi Partai Golkar itu, subsidi bagi masyarakat memang masih diperlukan. Namun, skema pembiayaan transportasi publik ke depan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada APBD.

‎“Dalam postur APBD kita, subsidi itu memang sangat besar sekali. Tentunya masyarakat masih butuh subsidi, jadi kalau dihilangkan juga akan berat. Tapi angka subsidi ini tidak harus selalu 100 persen dari APBD,” kata Dimaz kepada wartawan usai pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, di Gedung DPRD DKI Jakarta, dikutip Selasa, 26 Mei 2026.

Baca juga: Ekonom Kritik Tajam Kebijakan Pemerintah Prabowo dan BI Imbas Rupiah Terpuruk

‎Ia mengungkapkan, berdasarkan keterangan yang dipaparkan oleh direksi, subsidi untuk TransJakarta saat ini mencapai sekitar Rp4,2 triliun.

‎Di sisi lain, kondisi fiskal daerah juga tengah menghadapi tekanan akibat penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) yang berdampak terhadap berbagai pos belanja pemerintah.

‎Dimaz menilai kondisi tersebut bisa dijadikan momentum bagi TransJakarta untuk lebih kreatif lagi dalam mengembangkan model bisnis. Serta memperkuat sinergi program, alih-alih agar membantu mengurangi beban subsidi dari Pemprov DKI Jakarta.

‎“Karena angka DBH seluruh daerah turun, itu berdampak juga kepada belanja lainnya. Seperti belanja pegawai, belanja sosial, sampai program-program gubernur dan DPRD yang masih banyak,” ujarnya.

‎Maka itu, ujar Dimaz, Komisi C DPRD DKI memberikan tantangan kepada jajaran direksi TransJakarta. Yaitu menghadirkan inovasi yang mampu menekan angka subsidi, tanpa mengurangi pelayanan kepada masyarakat.

‎“Saya kasih tantangan kepada Direktur Utama TransJakarta. Bagaimana mensinergikan ide yang bagus atau program yang baik supaya angka subsidi bisa tereduksi, tanpa mengurangi manfaat kepada masyarakat. Jadi masyarakat juga tidak terbebani,” ujar Dimaz Raditya Nazar Soesatyo. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Masih Syuting, Sunil Samtani Ungkap Jadwal Tayang Film Pengabdi Setan 2: Communion

Jakarta - Produser Rapi Films, Sunil Samtani, membeberkan jadwal...

Muktamar NU Usai, Saatnya Kembali ke Jalan Besar Khidmah dan Pemberdayaan

Refleksi Dr. KH. Maman Imanulhaq, Ketua Lembaga Dakwah PBNU Periode...

GORAN Desak DPR Segera Sahkan RUU Masyarakat Adat: “Keadilan Tidak Bisa Ditunda”

JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Organisir Anak Nusantara...

Polda Jabar Padamkan Karhutla Gunung Geulis, Pendaki dan Warga Diminta Waspada

Sumedang — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda...

Ketua DPRD DKI Suhud Alynudin Dorong Proses Pemutakhiran Data Desil

‎Jakarta - Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin menyinggung...

Berita Terbaru

Popular Categories