Konflik Rusia-Ukraina Pengaruhi Sektor Persenjataan Indonesia

Jakarta – Konflik antara Rusia dan Ukraina yang memuncak dalam beberapa minggu terakhir diyakini oleh beberapa pengamat dapat mempengaruhi sektor persenjataan di Indonesia.

Oleh karena itu, para pengamat mendorong Indonesia menyiapkan langkah-langkah antisipasi terutama jika krisis politik Rusia dan Ukraina berubah jadi konflik bersenjata.

Pengamat Pertahanan Binus University, Curie Maharani Savitri menyampaikan Indonesia merupakan salah satu pengguna senjata buatan Rusia sehingga konflik itu dapat mempengaruhi pengadaan senjata sekaligus perawatan dan pemeliharaannya.

“Krisis akan berlangsung lama dan itu mempengaruhi pengadaan, terutama spare part senjata,” kata Curie saat acara diskusi yang disiarkan oleh kanal Youtube Semar Sentinel, seperti dikutip ANTARA, Selasa, 15 Februari 2022.

Pengamat lainnya, yang merupakan salah satu pendiri Jakarta Defence Studies (JDS) Ade Marboen menyampaikan sejumlah senjata buatan Rusia yang dimiliki Indonesia di antaranya mencakup kendaraan tempur, pesawat tempur, artileri, helikopter serbu, dan peluru kendali.

“Yang paling terkenal itu tentu Sukhoi,” kata Marboen saat acara diskusi.

Marboen menilai ketegangan antara Rusia dan Ukraina dapat menghambat pemeliharaan dan perawatan sistem persenjataan Indonesia terutama yang dibuat oleh Rusia.

Oleh karena itu, ia mengusulkan pemerintah menjalin komunikasi dengan negara sesama pengguna senjata Rusia terutama untuk memikirkan langkah-langkah mengantisipasi dampak krisis.

“Harus ada pendekatan ke sana, kita dapat mencoba jalur-jalur diplomatik pertahanan maupun diplomasi negara untuk bisa istilahnya menitip perawatan Sukhoi ke sana (Rusia.),” terang Marboen.

Ia menegaskan hambatan dan tantangan yang mungkin terjadi jika konflik Rusia dan Ukraina memanas itu perlu segera diantisipasi oleh pemerintah.

“Ini artinya harus ada upaya lebih untuk membiayai semua tantangan dan hambatan ini serta kerja sama yang baik dari wakil rakyat di DPR serta komunikasi publik yang baik,” tambah dia.

Hasil analisis Binus University terhadap 12 negara menunjukkan India, Vietnam, dan Bangladesh merupakan pengguna terbanyak senjata Rusia.

Dari 12 negara yang diteliti itu, ada 9 negara meningkatkan ketergantungannya pada Rusia selama periode 2008-2020, dan tiga di antaranya yaitu India, Vietnam, dan Thailand, sebut Curie saat menyampaikan hasil kajian.

Sementara itu, Indonesia jadi satu dari tiga negara yang paling banyak mengurangi ketergantungannya pada Rusia. Di samping Indonesia, ada Bangladesh dan Malaysia.

Curie menyampaikan pada 2008 kendaraan tempur buatan Rusia di Indonesia mencapai 38 persen dari total unit yang ada. Namun, jumlah itu berkurang jadi 20 persen pada 2020.

“Untuk artileri 2008 Indonesia punya 16 persen dari Rusia, sekarang 8 persen. Helikopter serbu yang sebelumnya 100 persen, sekarang turun jadi hanya 36 persen,” sebut Curie.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Bejat! Oknum Kiai di Pati Cabuli 50 Santriwati di Ponpes

Pati, Opsi.id - Kasus pencabulan kembali terungkap. kali ini...

Profil Karutan Balige Valen Sonar Rumbiak, Sah Menyandang Marga Pardede

Toba, Opsi.id - Kepala Rutan Kelas IIB Balige, Valen...

Spotify Party of the Year(s) Hadirkan Nostalgia 20 Tahun Musik Digital

Jakarta - Spotify merayakan perjalanan panjangnya dengan menghadirkan fitur...

Ismaya Live Rilis Aftermovie DWP 2025, Umumkan Tanggal DWP 2026

Jakarta - Promotor Ismaya Live kembali menghadirkan energi luar...

Prabowo: Rp40 Triliun Aset Negara Diselamatkan

Jakarta, Opsi.id  - Prabowo Subianto menegaskan penyelamatan aset negara...

Unras Plasma Simalungun Memuncak, Polisi Berhasil Cegah Bentrokan

Simalungun, Opsi.id  - Aksi unjuk rasa jilid II digelar...

Persimaju Mamuju Siap Kejutkan Lawan di Fase Grup Liga 4 Piala Presiden 2026

Mamuju, OPSI.ID - Drawing babak 64 besar Liga 4...

Pramono Anung Prioritaskan Keamanan saat Proyek LRT Jakarta 1B Velodrome-Manggarai Dikebut

‎Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan aspek...

DPRD Minta Direktur Baru Benahi Pelayanan RSUD SK Lerik Kupang

Kupang, Opsi.id - DPRD Kota Kupang meminta Direktur RSUD...

Berita Terbaru

Popular Categories