Konvensi ILO Nomor 193 Disahkan, Pekerja Platform Digital di Indonesia Dapat Perlindungan Lebih Kuat

Jakarta – Kecemasan jutaan pekerja platform digital terkait status kerja dan jaminan perlindungan ketenagakerjaan kini mulai menemukan titik terang. Dalam sidang Konferensi Perburuhan Internasional ke-113 atau International Labour Conference (ILC) yang berlangsung di Jenewa, Swiss, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) resmi mengesahkan Konvensi ILO Nomor 193 tentang Pekerjaan Layak di Ekonomi Platform.

Konvensi tersebut menjadi tonggak penting dalam perlindungan pekerja di sektor ekonomi digital, termasuk pengemudi ojek online, pengemudi taksi daring, kurir, hingga pembuat konten yang selama ini bekerja melalui berbagai platform digital.

Pengurus Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN), Mochammad Aris, yang turut mengikuti konferensi internasional tersebut mengungkapkan bahwa lahirnya Konvensi ILO Nomor 193 tidak terlepas dari usulan sejumlah negara, yakni Indonesia, Spanyol, Prancis, dan Brasil.

Menurutnya, pengesahan konvensi tersebut menjadi momen bersejarah karena berhasil memperoleh dukungan mayoritas mutlak dalam proses pemungutan suara, meskipun masih terdapat beberapa negara yang menyatakan penolakan.

“Delegasi Indonesia sangat berkepentingan atas usulan tersebut. Ada 4 juta orang yang menggantungkan hidup sebagai pekerja platform murni, sementara 20 juta orang atau seperlima tenaga kerja nasional mendapatkan penghasilan melalui platform digital,” ujar Mochammad Aris dalam keterangan pers yang diterima media ini.

Ia menjelaskan, konvensi ini dirancang untuk memastikan pekerja platform digital memperoleh hak-hak dasar ketenagakerjaan yang selama ini kerap menjadi perdebatan, terutama terkait status hubungan kerja dan perlindungan sosial.

Dalam substansinya, Konvensi ILO Nomor 193 mengatur sejumlah aspek penting. Salah satunya mengenai kepastian status kerja yang mewajibkan setiap negara menyusun regulasi guna mencegah penyalahgunaan klasifikasi pekerja. Ketentuan ini bertujuan memastikan para pekerja platform memperoleh hak-hak dasar seperti upah yang layak dan akses terhadap jaminan sosial.

Selain itu, konvensi juga menegaskan kewajiban penyedia platform untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi pekerja yang menjalankan tugas di lapangan.

Perlindungan lainnya menyasar penggunaan teknologi dan sistem algoritma yang selama ini menjadi dasar pengelolaan akun pekerja platform. Melalui aturan tersebut, pekerja mendapatkan jaminan transparansi algoritma sehingga terhindar dari pemutusan hubungan kerja maupun penangguhan akun secara sepihak tanpa alasan yang jelas.

Konvensi tersebut juga memperkuat hak berserikat bagi pekerja platform digital. Mereka diberikan kebebasan untuk membentuk serikat pekerja serta melakukan perundingan kolektif guna memperjuangkan hak dan kepentingannya.

Sementara itu, aktivis sekaligus pengamat ketenagakerjaan dari Solidaritas Institute, Odie Hudiyanto, mendorong pemerintah agar segera menindaklanjuti pengesahan konvensi tersebut melalui regulasi nasional yang lebih konkret.

Menurut Odie, langkah cepat dari pemerintah, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan, diperlukan agar berbagai manfaat yang terkandung dalam Konvensi ILO Nomor 193 dapat segera dirasakan oleh jutaan pekerja platform digital di Indonesia.

“Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan perlu segera menyusun aturan pelaksanaan agar manfaat Konvensi ILO Nomor 193 dapat dirasakan oleh pekerja platform digital. Konvensi ini harus menjadi acuan utama dalam menyusun dan memperkuat regulasi nasional. Aturan ini sangat penting untuk memperbarui payung hukum perlindungan pekerja,” kata Odie Hudiyanto.

Pengesahan Konvensi ILO Nomor 193 dinilai menjadi langkah penting dalam menjawab berbagai tantangan ketenagakerjaan di era digital, ketika semakin banyak masyarakat yang menggantungkan penghasilan melalui aplikasi dan platform berbasis teknologi. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Spotify Perkenalkan Fitur Mengecualikan Musik Anak dari Profil Selera

Jakarta - Platform streaming musik Spotify resmi mengumumkan fitur...

Daniel Rumbekwan Bahas Alam dan Keteguhan Bertahan di Lagu Rumput Liar

Jakarta - Musisi asal Madiun, Daniel Rumbekwan, kembali menyiapkan...

DPP ISI Soroti Kasus Dugaan Korupsi ATR/BPN, Surveyor Diminta Jaga Integritas

Jakarta - Kasus dugaan suap dan gratifikasi dalam pengurusan...

Prabowo Temui Megawati di Teuku Umar, Said Ungkap Isi Pertemuan

Jakarta, OPSI.ID - Presiden Prabowo Subianto menyambangi kediaman Ketua...

Warga Makassar Bisa Nikah Gratis, Pendaftaran Dibuka hingga 16 Oktober

Makassar, OPSI.ID - Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Sosial...

DPO Narkoba Tewas Usai Ditangkap, Polda Sulsel Ungkap Kronologinya

Makassar, OPSI.ID - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi...

Leo/Daniel Persembahkan Emas Ketiga Indonesia di Asian Games 2026

Jakarta, OPSI.ID - Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mengukir catatan...

‎ITPLN Luncurkan 3 Buku Ajar Berbahasa Inggris

‎Jakarta – Institut Teknologi PLN (ITPLN) meluncurkan tiga buku...

Berita Terbaru

Popular Categories