Jakarta – Penyanyi Sigit Wardana, yang dikenal sebagai vokalis Basejam, resmi merilis mini album solo bertajuk “Eksisten!” sebagai penanda langkah baru dalam perjalanan karier musiknya.
Mini album ini berisi lima lagu yang menurut Sigit sarat dengan pengalaman hidup dan emosi personal, terdiri dari tiga lagu remake dan dua lagu baru.
“Thank you banget! EP ini gue kasih judul ‘Eksisten!’ pakai tanda seru. Ini semacam statement tegas dari gue. Di tengah segala dinamika hidup dan perjalanan karier musik selama ini, EP ini jadi penanda kalau gue masih ada, masih bersuara, dan berkomitmen untuk tetap eksisten seutuhnya lewat karya solo,” ujar Sigit Wardana.
Sigit menilai format mini album dengan lima lagu adalah pilihan paling tepat untuk proyek solonya. Selain mengikuti perkembangan industri musik, jumlah tersebut dianggap cukup untuk menyampaikan cerita sekaligus membuat pendengar penasaran menantikan karya berikutnya.
“Lima lagu itu porsinya pas. Nggak terlalu sedikit buat bercerita, tapi juga cukup bikin orang penasaran menunggu rilisan gue selanjutnya,” tambahnya.
Meski sebagian besar lagu merupakan remake, Sigit menegaskan bahwa semua dipilih berdasarkan pengalaman hidup yang pernah ia alami.
Ia merasakan kebebasan berekspresi yang lebih luas dibandingkan saat berkarya bersama band, karena sebagai solois ia bisa menentukan arah musik, karakter vokal, hingga emosi yang ingin disampaikan.
Tantangan terbesar dalam menggarap mini album ini adalah menghadirkan identitas baru pada lagu-lagu remake tanpa menghilangkan esensi karya aslinya.
“Tantangan terbesarnya adalah melepaskan bayang-bayang versi original. Gue ingin lagu-lagu itu tetap terasa ‘Sigit banget’ tanpa terdengar memaksakan,” ungkapnya.
Proses pemilihan lagu dilakukan dengan seleksi panjang, sementara urutan track disusun berdasarkan alur suasana, dimulai dengan lagu upbeat, berlanjut ke lagu emosional, lalu ditutup dengan nuansa bahagia agar pendengar menikmati keseluruhan EP tanpa melewatkan satu pun lagu.
Dari lima lagu yang terdapat dalam “Eksisten!”, hanya satu yang ditulis langsung oleh Sigit. Ia menjelaskan bahwa sejak awal konsep EP memang diarahkan untuk membawakan karya lama maupun lagu musisi lain yang memiliki makna mendalam dalam hidupnya.
“Bukan karena lagi nggak bikin lagu. Memang konsep EP ini dari awal untuk membawakan lagu-lagu lama dan karya orang lain. Lagu-lagu ciptaan gue sendiri sudah siap untuk rilisan berikutnya,” katanya.
Menariknya, lagu Saat Bahagia sempat hampir tidak masuk ke daftar track karena dianggap belum memiliki warna berbeda dibandingkan versi aslinya. Namun setelah beberapa kali mengganti aransemen dan berdiskusi dengan produser, lagu tersebut justru menjadi salah satu kekuatan utama dalam EP.
“Setelah beberapa kali ganti aransemen dan produser musik, ternyata lagu ini justru jadi salah satu lagu yang paling kuat di EP dan bikin keseluruhan album terasa lebih dinamis,” tuturnya.
Dalam proses produksi, Sigit bekerja sama dengan sejumlah nama di industri musik Indonesia. Tiga lagu remake hadir atas izin penciptanya, yaitu Pamungkas NM, Oncy Ungu, Alexander Ongko, serta karya almarhum Bartje Van Houten.
Untuk produksi musik, Sigit mempercayakan proses kreatif kepada Acoy dari Rocker Kasarunk. Dukungan juga datang dari AFE Records sebagai label yang menaungi Sigit.
Melalui mini album “Eksisten!”, Sigit berharap karya terbarunya tidak hanya menjadi hiburan bagi penikmat musik Indonesia, tetapi juga mampu menginspirasi siapa pun untuk terus bertahan, berkembang, dan membuktikan eksistensi melalui karya.
Mini album ini menjadi awal dari babak baru perjalanan solo Sigit, sekaligus penegasan bahwa dirinya masih memiliki banyak cerita yang siap dibagikan kepada para pendengar.
Mini album “Eksisten!” sudah resmi dirilis hari ini di seluruh digital store, sementara video musik dan video lirik akan menyusul setelah proses syuting yang dijadwalkan pada akhir Agustus 2026. []

