Termasuk genangan air di sekitar lokasi ledakan dan peta tambang yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Kementerian Manajemen Darurat China telah mengirim 345 personel dari enam tim penyelamat untuk membantu proses evakuasi.
Tambang Liushenyu sebelumnya tercatat sebagai salah satu lokasi dengan “bahaya keselamatan serius” oleh otoritas keselamatan tambang nasional China pada 2024.
Baca juga: Presiden Trump Dievakuasi dari Hotel Washington Hilton, Ledakan Guncang Jamuan Makan
Perusahaan pengelola tambang, Tongzhou Group, juga dilaporkan pernah menerima sanksi administratif terkait masalah keselamatan kerja pada 2025.
Provinsi Shanxi sendiri merupakan wilayah penghasil lebih dari seperempat total produksi batu bara China.
Tragedi ini kembali menyoroti persoalan keselamatan kerja di industri tambang batu bara China.
Meski standar keselamatan telah diperketat dalam beberapa tahun terakhir, kecelakaan tambang masih kerap terjadi di negara tersebut.[]

