Menurut Prasetyo, masyarakat tidak hanya menjadi penikmat hasil akhir.
Melainkan turut menentukan identitas visual yang dinilai mampu merepresentasikan cita-cita, optimisme, dan semangat persatuan bangsa.
Ia menambahkan, proses pemilihan logo juga melibatkan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, hingga masyarakat umum.
“Peringatan HUT Republik Indonesia adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, kami melibatkan berbagai elemen masyarakat agar proses pemilihan logo ini menjadi ruang kolaborasi nasional yang memperkuat rasa kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air,” ujarnya.
Lima finalis logo yang dapat dipilih masyarakat berasal dari berbagai daerah, yakni David Wirawan (Surakarta), Fajar Novario (Padang), Kanda Putra (Denpasar), Riskiawan (Malang), dan Tiffany Djohan (Batam).
Hadiah
Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang berpartisipasi, pemerintah menyiapkan hadiah bagi 300 peserta terpilih.
Hadiah tersebut meliputi 100 undangan menghadiri Upacara Detik-Detik Proklamasi, 100 paket suvenir resmi peringatan kemerdekaan, serta 100 bantuan pendidikan.
Prasetyo berharap logo yang nantinya terpilih tidak sekadar menjadi identitas visual.
Tetapi juga menjadi simbol persatuan dan pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia dibangun, diperjuangkan, dan dijaga oleh seluruh rakyat Indonesia.
“Melalui semangat kebersamaan inilah, kita ingin memastikan bahwa setiap peringatan kemerdekaan bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga memperkuat tekad bersama untuk terus melanjutkan perjuangan menuju Indonesia yang semakin maju, adil, dan sejahtera,” pungkasnya. []


