Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan penghentian operasi dilakukan setelah seluruh tahapan pencarian dilaksanakan secara maksimal sesuai prosedur yang berlaku.
“Operasi SAR resmi kami tutup setelah memasuki hari ke-10 karena seluruh area pencarian telah disisir secara optimal sesuai rencana operasi dan tidak lagi ditemukan indikasi keberadaan korban. Keputusan ini merupakan hasil kesepakatan bersama Tim SAR Gabungan, pemerintah daerah, dan perwakilan keluarga korban,” ujar Andi Sultan, Jumat (24/7) malam.
Meski operasi SAR telah berakhir, Basarnas memastikan tetap membuka koordinasi apabila di kemudian hari muncul informasi baru terkait korban yang belum ditemukan.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang hingga saat ini anggota keluarganya belum ditemukan. Apabila di kemudian hari ada informasi ataupun penemuan yang berkaitan dengan korban, Basarnas siap melakukan tindak lanjut sesuai prosedur yang berlaku,” jelasnya..
Basarnas Makassar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, di antaranya Basarnas Kendari, Basarnas Maumere, Basarnas Mataram, TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, relawan, nelayan, serta masyarakat yang telah berpartisipasi selama proses pencarian berlangsung.
Dengan berakhirnya operasi SAR, seluruh personel beserta alat utama (alut) yang dikerahkan dikembalikan ke satuan masing-masing untuk kembali bersiaga menghadapi potensi keadaan darurat lainnya. []


