Makassar, OPSI.ID – Kepala Pimpinan Wilayah Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Fahrurozi menjamin stok pangan dalam kondisi aman meski ada ancaman kekeringan akibat El Nino. Bulog menyebut stok pangan masih cukup hingga Juni 2027.
Farurozi mengatakan ancaman fenomena alam yakni El Nino menjadi perhatian pemerintah. Alasannya, dampak dari El Nino sejumlah daerah mulai mengalami kekeringan.
Ancaman El Nino tersebut telah dibahas di Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah stakeholder, termasuk Bulog.
“Adanya El Nino yang saat ini mungkin di beberapa lokasi panen ada juga kejadian mengalami kekeringan. Ini memang mengindikasikan kita mengantisipasi jangan sampai ada kekurangan barang di masyarakat, terutama antisipasi adanya kenaikan harga (bahan pangan),” ujarnya kepada wartawan di Warkop Karna Jalan AP Pettarani Makassar.
Dalam Rakortas tersebut, Farurozi mengungkapkan antisipasi pemerintah yakni akan menyalurkan bantuan pangan tahap kedua pada Juli, Agustus, dan September. Hanya saja, bantuan pangan tersebut baru akan disalurkan pada Agustus 2026.
“Bantuan pangan tahap kedua ini cuma beras 10 Kg per bulannya. Tidak ada minyaknya. Kalau ditahap satu kemarin itu beras dan minyak, tapi ditahap dua ini tidak ada minyak, hanya beras 10 Kg per bulannya,” tuturnya.
Fahrurozi mengungkapkan untuk di wilayah Sulselbar, terdata ada 1,1 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP). Khusus untuk Sulsel, ada sebanyak 927 PBP.
“Itu yang akan kami bagikan ke penerima tersebut sebanyak 30 kilo untuk 3 (bulan) alokasi,” sebutnya.
Meski ada penyaluran bantuan pangan, Fahrurozi memastikan stok beras masih dalam kondisi aman. Bahkan, stok beras di gudang milik Bulog bisa bertahan sampai Juni 2027.

