“Kalaupun misalnya terjadi (kekeringan), itu secara stok beras sangat aman, karena sampai Juni 2027. Kami masih bisa cover untuk keperluan seluruh penduduk Sulsel,” kata dia.
Apalagi saat ini Bulog sedang melakukan penyerapan beras di Sulsel. Fahrurozi membeberkan penyerapan tertinggi saat ini berasal dari Kabupaten Pinrang, Sidrap, dan Parepare.
“Jadi memang Pinrang saat ini tertinggi dengan capaian 89.839 ton. Disusul oleh Kabupaten Sidrap 79.032 ton,” urainya.
Fahrurozi menambahkan saat ini Bulog Sulselbar sudah menyerap 525 ribu ton. Sementara target pada tahun 2026 yakni 697 ribu ton.
“Jadi yang masih ada sisa sekitar 160-170 ribu lah atau sudah sekitar 75 persen. Jadi nanti sisa 25 persen ini akan kami coba optimalkan di semester kedua ini,” ucapnya.
Ia yakin target tersebut bisa tercapai, mengingat sejumlah daerah di Sulsel sudah masuk musim panen.
“Jadi akan kami coba optimalkan untuk bisa mengejar 25 persen sisanya,” pungkasnya. (IF)

