Jakarta – Ketua Pansus Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta, Jupiter mendorong Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang bergerak di koor bisnis parkir, untuk segera menerapkan sistem digitalisasi secara masif, pembayaran difokuskan cashless, guna mengurangi pemakaian uang kertas.
“Semua operator wajib menggunakan pembayaran sistem cashless, harus secara digital,” kata Jupiter saat diwawancarai di Gedung DPRD DKI, dikutip Kamis, 7 Mei 2026.
Anggota Komisi B dari Fraksi NasDem itu mendesak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk memperbanyak titik pemasangan Electronic Transaction Perporation Agent atau E-TRAPT yang bisa diakses secara real time.
Sebagai pengendali sistem pajak digital inovatif, Bapenda diharapkan tidak lagi mengalami kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya dari parkir off-street.
“Begitu banyak gedung-gedung yang ada di Jakarta. Nah sampai hari ini (E-TRAPT) belum dipasang. Kami melihat adanya unsur kesengajaan. 12 November 2025 kami merekomendasikan segera dipasang E-TRAPT sehingga bisa terintegrasi semua mobil yang masuk, semua mobil yang keluar, bisa terdata secara real time. Nah, itu tidak dilakukan oleh Bapenda,” ujar Jupiter.
Jupiter mendesak Bapenda untuk segera mengindahkan rekomendasi yang telah disampaikan oleh Pansus Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta.
“Artinya, kan kami patut bertanya, kenapa ini ada pembiaran? Kenapa tidak dipasang? Apakah ada nepotisme di situ? Apakah ada kongkalikong? Ini uang masyarakat,” ucapya menambahkan.
Sebagai anggota legislatif, Jupiter memandang sudah urgensi dalam hal menerapkan pola khusus terkait tata kelola parkir di Jakarta, sehingga pada akhirnya memberi maslahat bagi rakyat.
“Kami membuat lagi pansus tata kelola perparkiran, diharapkan bisa memberikan kontribusi yang baik untuk masyarakat Jakarta. Dari pendapatan kebocoran ini bisa kita urai sehingga pendapatan ini bisa naik, APBD kita bisa naik, kita bisa fokus untuk kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
“Untuk membangun rumah sakit, untuk subsidi pangan, untuk membangun sekolah-sekolah negeri. Masih banyak anak-anak di Jakarta ini yang putus sekolah, kata Jupiter memungkasi. []


