Polman, OPSI.ID – Dalam upaya mewadahi sekaligus mengembangkan bakat sepak bola lokal, Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Barat (Sulbar) menyalurkan bantuan perlengkapan olahraga berupa bola sepak kepada anak-anak usia dini tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Selasa, 19 Mei 2026.
Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata PSSI Sulbar dalam memfasilitasi tingginya minat anak-anak terhadap olahraga sepak bola, sekaligus memacu semangat mereka untuk berlatih dan berkembang sejak usia dini.
Perwakilan PSSI Sulbar, Herman Kadir, yang hadir langsung menyerahkan bantuan itu menegaskan bahwa pembinaan sepak bola usia dini merupakan fondasi utama dalam membangun prestasi olahraga di daerah.
“Pembinaan sepak bola sejak usia dini sangat penting agar geliat sepak bola semakin berkembang di Provinsi Sulbar, khususnya di wilayah Kabupaten Polman,” ujar Herman Kadir usai penyerahan bantuan.
Menurutnya, Kabupaten Polman memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet-atlet sepak bola berbakat.
Karena itu, pengembangan sepak bola di daerah yang dikenal dengan julukan Bumi Tipalayo tersebut perlu terus diperkuat melalui dukungan fasilitas dan pembinaan berkelanjutan.
Ia berharap ketersediaan sarana olahraga sejak dini dapat membuka peluang lebih luas bagi putra daerah untuk merintis karier profesional di dunia sepak bola hingga menembus level nasional.
“Kita berharap dengan pengembangan sepak bola di Bumi Tipalayo ini, anak-anak memiliki kesempatan luas untuk berkarier di dunia sepak bola. Targetnya, mereka kelak bisa menembus level nasional seperti para pendahulunya, yakni Febrianto Wijaya, Irsyad Aras, dan Ardan Aras,” tegasnya.
Langkah pembinaan melalui distribusi bantuan bola tersebut diharapkan menjadi pemicu bagi sekolah-sekolah maupun sekolah sepak bola (SSB) di Kecamatan Wonomulyo untuk lebih aktif menggelar latihan rutin.
Dengan pembinaan yang berkesinambungan, regenerasi pesepak bola potensial asal Sulbar diharapkan terus terjaga dan mampu bersaing di tingkat nasional. []
Reporter: Eka Musriang


