Wina,Tolikara-Pemerintah Kabupaten Tolikara menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi menyeluruh di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Melalui sinergi antara penguatan iman dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), Pemda Tolikara mulai meletakkan fondasi pembangunan spiritual dan jasmani secara selaras dari Distrik Wina.
Penegasan ini disampaikan langsung oleh Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos, dalam acara penutupan Sidang Klasis Wina ke-II Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) yang berlangsung di Distrik Wina, Kamis (16/4/2026).
Bupati Tolikara, Willem Wandik,S.Sos didampingi Wakil Bupati Yotam Wonda, SH, M. Si bersama jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah OPD menghadiri secara langsung penutupan Sidang Klasis Wina II yang digelar selama lima hari, sejak 13 hingga 16 April 2026.

Sidang gerejawi ini mengusung tema yang sangat mendalam, diambil dari Injil Matius 9 ayat 12, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit”, sebagai refleksi panggilan pelayanan gereja di tengah kehidupan masyarakat.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 12 klasis, di antaranya Klasis Kembu, Kage, Linggir, Timori, Panaga, Umagi, Dudu, Yaligua, hingga Klasis Wina sebagai tuan rumah, serta sejumlah calon klasis baru.
Selama persidangan, peserta membahas berbagai agenda strategis gereja, termasuk pemilihan kepengurusan baru.
Dalam sidang ini, Inies Kogoya terpilih sebagai Ketua Klasis Wina, didampingi Wakil Ketua Bahgire Wenda, Sekretaris Mendiles Gire, dan Bendahara Giremili Wanimbo, beserta struktur pelayanan lainnya.

Penutupan sidang ditandai secara simbolis oleh Bupati Tolikara Willem wandik dengan pelepasan tanda peserta, sebagai bentuk berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh sukacita.
Dalam sambutannya, Bupati Willem Wandik,S.Sos memberikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Sidang Klasis Wina II yang dinilai mampu menghasilkan keputusan-keputusan penting bagi pelayanan gereja ke depan.
Bupati Willem Wandik juga mengingatkan kembali sejarah pelayanan para misionaris yang tidak hanya membawa Injil, tetapi juga menghadirkan keterampilan hidup seperti pertukangan dan pelayanan kesehatan.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tolikara ke depan akan membuka balai pelatihan keterampilan dan mengirim tenaga ahli ke Distrik Wina.
Pelatihan tersebut mencakup berbagai bidang seperti pertukangan, kesehatan, pengolahan kayu, menjahit, hingga keterampilan teknis lainnya, guna membekali generasi muda dengan kemampuan mandiri dalam membangun daerahnya sendiri.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga berencana membangun sekolah unggulan berpola asrama di Jayapura, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.
Sekolah ini dirancang untuk mencetak generasi unggul Papua yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan identitas budaya.
Para siswa nantinya akan dibekali berbagai bahasa, termasuk Bahasa Inggris, Yunani, Ibrani, serta bahasa daerah seperti Lani dan Mamberamo, agar mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan jati diri.
Bupati Willem Wandik menegaskan bahwa kehadiran dirinya bersama seluruh pimpinan OPD di Distrik Wina merupakan bukti nyata bahwa wilayah ini menjadi prioritas pembangunan, baik dari sisi fisik maupun nonfisik.

Ke depan, pemerintah juga akan memperluas akses komunikasi dengan menghadirkan jaringan internet berbasis satelit seperti Starlink di distrik-distrik yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pelayanan darurat, khususnya dalam situasi kesehatan maupun bencana, sehingga masyarakat dapat dengan cepat terhubung dengan pemerintah untuk mendapatkan pertolongan.
Bupati bahkan mencontohkan pengalaman nyata ketika menerima informasi darurat terkait bayi yang membutuhkan penanganan medis di Distrik Dabra karena bayi itu lahir tidak normal.
Meski upaya telah dilakukan dengan cepat, namun bayi tersebut tidak tertolong meninggal di bandara Sentani.
Peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting akan pentingnya akses komunikasi yang memadai di wilayah terpencil.
Usai penutupan sidang, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah atau NPHD antara Pemerintah Kabupaten Tolikara dengan sejumlah klasis.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelayanan gereja dan pembangunan masyarakat berbasis keimanan.
Melalui sinergi antara pemerintah dan gereja, diharapkan pembangunan di Kabupaten Tolikara tidak hanya berfokus pada aspek fisik.
Tetapi juga memperkuat nilai spiritual, kualitas sumber daya manusia, serta kemandirian masyarakat di seluruh wilayah.
Sebagai wujud kepedulian konkret, Bupati Willem Wandik dan Wakil Bupati Yotam Wonda memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp200 juta.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua Klasis Wina dengan disaksikan oleh ribuan jemaat serta pimpinan OPD yang hadir di Distrik Wina.[Diskomdigi Tolikara]

