Ia juga menekankan pentingnya penggunaan wadah ramah lingkungan dalam pendistribusian daging kurban. Hal ini menjadi bagian dari upaya Pemprov mengurangi sampah plastik yang kerap meningkat saat Idul Adha.
Selain itu, Pemprov juga mendorong agar para petugas penyembelih hewan kurban telah memiliki sertifikasi juru sembelih halal (Juleha). Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan proses penyembelihan sesuai standar syariat dan kesehatan.
Dari sisi pengawasan, ujar dia, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta akan mulai melakukan pemeriksaan sejak satu bulan sebelum hari pelaksanaan. Pengawasan dilakukan secara berlapis, mulai dari tingkat wilayah hingga titik-titik penjualan hewan kurban.
“Biasanya pengawasan sudah dimulai satu bulan sebelumnya. Kawan-kawan di wilayah akan turun untuk memastikan kesehatan hewan dan kelayakan distribusi,” tegasnya.
Perusahaan Daerah Sebagai Pendukung
Suharini juga memastikan Pemprov DKI telah berkoordinasi dengan daerah-daerah pemasok hewan kurban, seperti Lampung dan Jawa Tengah. Mengingat keterbatasan lahan, Jakarta masih bergantung pada pasokan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan sapi, kerbau, dan kambing.
“Koordinasi dengan daerah pemasok sudah dilakukan. Perizinan juga kita fasilitasi agar distribusi hewan kurban ke Jakarta berjalan lancar,” ucapnya.
Berkaitan dengan peran Perumda Dharma Jaya, Suharini menyebut perusahaan daerah tersebut berfungsi sebagai pendukung dalam penyediaan hewan serta fasilitas pemotongan. Namun, mekanisme pemotongan di Dharma Jaya umumnya tidak dilakukan dalam skala kecil per kilogram.
“Biasanya pemotongan di Dharma Jaya dilakukan dalam bentuk potongan besar, seperti dibagi empat. Lalu diserahkan kepada panitia kurban untuk didistribusikan,” jelasnya.
Dengan berbagai persiapan ini, Pemprov DKI Jakarta berharap pelaksanaan Idul Adha tahun ini dapat berlangsung lebih tertib, sehat, dan berkelanjutan. Sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban. []


