Setiap pemain akan dipindai dalam waktu sekitar satu detik untuk menghasilkan model digital yang sangat akurat.
Teknologi ini akan digunakan untuk menampilkan keputusan offside secara lebih jelas dan realistis kepada penonton.
Selain itu, FIFA juga menghadirkan fitur tayangan dari sudut pandang wasit yang telah distabilkan menggunakan AI.
Teknologi ini mampu mengurangi guncangan gambar akibat pergerakan cepat wasit sehingga penonton dapat melihat jalannya pertandingan dari perspektif orang pertama dengan kualitas yang lebih nyaman.
Di balik semua teknologi tersebut, FIFA menggandeng Lenovo sebagai mitra teknologi resmi turnamen.
Perusahaan itu menyiapkan lebih dari 17.000 perangkat Lenovo dan Motorola yang akan digunakan di stadion, pusat latihan tim, hingga fasilitas penyiaran.
Teknologi tersebut juga memungkinkan siaran pertandingan dikirim ke lebih dari 1.000 layar di seluruh venue dengan jeda waktu kurang dari lima detik.
Baca juga: Piala Dunia 2026 Jadi Peluang Emas bagi UMKM
FIFA menilai seluruh inovasi tersebut akan membawa pengalaman menonton sepak bola ke level yang belum pernah ada sebelumnya.
Sementara itu, Infantino mengaku sudah tidak sabar menantikan kick-off pertama Piala Dunia 2026.
“Saya tidak sabar menunggu bola pertama ditendang, gol pertama tercipta, dan para suporter memenuhi stadion. Antusiasme luar biasa sudah terasa di seluruh kota tuan rumah,” ujarnya.
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan format baru.
Melibatkan 48 negara peserta dan diperkirakan menjangkau miliaran penonton di seluruh dunia. []


