Jakarta – Final Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion New York–New Jersey, East Rutherford, Amerika Serikat, Minggu, 19 Juli 2026 waktu setempat, dibuka dengan pidato aktor Hollywood Tom Cruise. Bintang film “Mission Impossible” itu menyerukan persatuan di hadapan puluhan ribu penonton sebelum laga Argentina melawan Spanyol dimulai.
“Lebih dari 30 hari yang lalu, 48 negara memulai sebuah perjalanan. Mereka menyeberangi lautan. Mereka menyeberangi perbatasan. Mereka menyeberangi budaya. Dan bersama-sama mereka menunjukkan kepada kita mengapa permainan ini milik seluruh dunia,” kata Tom Cruise.
Ia menambahkan bahwa sepak bola adalah bahasa universal yang menyatukan orang asing menjadi teman dan menghadirkan kenangan tak terlupakan.
“Saat kita berkumpul untuk babak terakhir ini, mari kita rayakan turnamen yang telah mempersatukan dunia. Mari kita rayakan satu sama lain. Inilah sepak bola. Inilah persatuan. Inilah kehebatan,” tuturnya.
Pidato Cruise yang penuh semangat itu menuai beragam komentar. Sebagian pihak menilai kehadiran aktor Hollywood di panggung sepak bola dunia terasa janggal.
Kritikus olahraga dari Spanyol menyebut, “Mengapa harus Tom Cruise yang bicara soal persatuan? Bukankah seharusnya suara itu datang dari tokoh sepak bola, bukan bintang film yang sedang mempromosikan citra dirinya?”
Sementara pengamat budaya pop di Argentina menilai pidato tersebut terlalu teatrikal. “Sepak bola tidak butuh narasi Hollywood. Penonton datang untuk menyaksikan pertandingan, bukan mendengar pidato yang terdengar seperti trailer film,” ujarnya pedas.
Di media sosial, sejumlah netizen juga melontarkan komentar sinis. Ada yang menulis bahwa pidato Cruise lebih cocok untuk ajang Oscar ketimbang final Piala Dunia.
“Kami ingin melihat Messi dan tim Argentina, bukan mendengar Tom Cruise bicara soal persatuan,” tulis salah satu pengguna X.
Lainnya menyebut kehadiran Cruise sebagai bentuk komersialisasi berlebihan. “Piala Dunia sudah cukup glamor dengan sponsor dan iklan. Menambahkan aktor Hollywood hanya membuatnya terasa seperti pesta promosi, bukan olahraga,” kata seorang penggemar sepak bola asal Brasil.
Meski begitu, ada juga yang membela Cruise. Seorang jurnalis Amerika menilai pidato itu berhasil membangkitkan semangat penonton.
“Tom Cruise tahu bagaimana memanfaatkan panggung besar. Ia berbicara dengan energi yang membuat stadion bergemuruh. Tidak semua orang suka, tapi ia berhasil menciptakan momen yang akan diingat,” tulisnya.
Acara final semakin meriah dengan pertunjukan paruh waktu berdurasi 11 menit yang menghadirkan deretan bintang pop global: Madonna, BTS, Justin Bieber, Shakira, Burna Boy, Chris Martin dari Coldplay, hingga karakter Muppets. Pertunjukan itu disebut sebagai salah satu halftime show paling spektakuler dalam sejarah Piala Dunia.
Pidato Tom Cruise mungkin dimaksudkan sebagai simbol persatuan, namun komentar pedas dari berbagai pihak menunjukkan bahwa tidak semua orang sepakat dengan cara FIFA menghadirkan bintang Hollywood di panggung sepak bola.
Bagi sebagian penggemar, sepak bola seharusnya tetap menjadi milik para pemain dan suporter, bukan ajang panggung selebritas. []


