Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung belum dapat memastikan groundbreaking pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) bakal dilakukan sesuai rencana pada September 2026 mendatang. Rencananya, proyek ini membentang sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura) mulai dari Provinsi Banten hingga Provinsi Jawa Timur.
Padahal, pada 20 Januari 2026 lalu, Pramono Anung sempat berucap optimistis ihwal pemerintah akan melakukan groundbreaking proyek strategis nasional (PSN) itu pada September 2026.
Saat itu, Pramono menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendapatkan porsi pembangunan tanggul laut raksasa sepanjang 19 kilometer (km), bertambah dari sebelumnya hanya 12 km.
Teranyar, Pramono hanya mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih menunggu arahan penuh dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan proyek GSW.
”Ini kan pemerintah pusat. Kita menunggu saja. Oke, baik. Kita menunggu lah,” kata Pramono Anung di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Saat ditanyakan perihal apakah groundbreaking GSW oleh Pemprov DKI Jakarta bakal on schedule, Pramono belum dapat memastikan tanggal dan bulannya.
”Loh, karena kan anunya pemerintah pusat. Karena kewenangan untuk Giant Sea Wall itu sepenuhnya pemerintah pusat. Pemerintah DKI Jakarta menunggu arahan pemerintah pusat,” ucap Pramono Anung.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto bertekad memulai pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall untuk mengamankan kawasan Pantura Pulau Jawa.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato pengantar RAPBN 2027 beserta Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026 kemarin.
Adapun proyek Giant Sea Wall diperkirakan membutuhkan waktu 15-20 tahun untuk penyelesaiannya.
“Kita juga harus membangun Giant Sea Wall, tanggul besar untuk mengamankan pantai utara Pulau Jawa. Ini mutlak harus kita lakukan, jangan kita tunggu bencana datang,” kata Prabowo Subianto. []

