Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp2,1 triliun untuk melanjutkan pembangunan LRT Jakarta dari Stasiun Manggarai menuju Dukuh Atas sepanjang sekitar 2 kilometer yang ditargetkan rampung pada tahun 2028.
Pramono menyebut langkah ini diambil untuk mempercepat integrasi transportasi massal di Ibu Kota, tanpa terkendala pembebasan lahan.
Politisi senior PDI Perjuangan (PDIP) itu mengatakan proyek lanjutan tersebut telah mulai didukung melalui APBD 2026 dengan alokasi sekitar Rp611 miliar.
Ia menargetkan pembangunan LRT Jakarta Fase lintas Manggarai–Dukuh Atas dapat rampung pada 2028 sehingga jaringan LRT Jakarta terhubung dengan berbagai moda transportasi utama di pusat kota seperti LRT Jabodetabek, Transjakarta, MRT Jakarta, Mikro Trans, KRL hingga Kereta Bandara.
”Pembangunan dari Manggarai ke Dukuh Atas selesai di tahun 2028, dengan anggaran Rp2,1 triliun dan sudah dianggarkan di APBD sekarang kurang lebih Rp611 miliar,” kata Pramono saat konferensi pers di Stasiun Rawamangun pada Selasa, 14 Juli 2026.
Menurutnya, pembangunan LRT Jakarta merupakan investasi jangka panjang yang akan mengubah sistem transportasi perkotaan. Saat ini progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B dari Rawamangun hingga Manggarai telah mencapai sekitar 95 persen dan ditargetkan diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Agustus 2026.
Pramono menjelaskan, setelah Fase 1B beroperasi, jalur LRT Jakarta akan membentang sepanjang 12,2 kilometer dari Kelapa Gading hingga Manggarai dengan total 11 stasiun, yang dibangun menggunakan anggaran sekitar Rp11,5 triliun.
Ia menilai penyambungan jalur hingga Dukuh Atas menjadi langkah strategis karena akan menciptakan konektivitas antarmoda yang lebih kuat. Penumpang nantinya dapat berpindah dengan mudah menuju MRT Jakarta maupun layanan transportasi publik lainnya di kawasan pusat kota.
”Ini akan menjadi milestone yang mengubah wajah Jakarta,” ujar Pramono.
Pemprov DKI juga menyiapkan skema creative financing, termasuk pemanfaatan naming rights di kawasan stasiun, untuk mendukung pengembangan investasi dan pengelolaan infrastruktur transportasi secara berkelanjutan.
Pramono memperkirakan jumlah pengguna LRT Jakarta setelah jalur Kelapa Gading-Manggarai beroperasi normal dapat mencapai 80 ribu penumpang per hari. .
Pramono Anung meyakini peningkatan konektivitas transportasi massal akan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi sekaligus mengurangi kemacetan di Jakarta.
Sebagai informasi, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) melalui anak usahanya LRT Jakarta terus melakukan perpanjangan rute. Adapun pekerjaan konstruksi kereta modern ini digarap oleh perusahaan BUMN yakni Waskita dan Nindya Karya. []

