Namun, ada satu hal yang membuat Darije tetap puas: mentalitas pemain.
Juku Eja tidak menyerah meski pertandingan berjalan dalam situasi sulit.
Bahkan, PSM mampu mencetak gol penyeimbang pada menit-menit akhir dan menyelamatkan satu poin di kandang.
“Musim lalu kita sering kehilangan poin di menit-menit akhir. Hari ini sebaliknya, kita justru mampu bangkit dan mencetak gol penyeimbang di menit akhir. Ini menunjukkan fighting spirit dan karakter kekeluargaan tim yang sangat bagus,” tegasnya.
Darije juga mengungkapkan sejumlah pemain anyar PSM, termasuk beberapa legiun asing, belum bisa dimainkan karena proses administrasi dan perizinan dari kementerian terkait masih berjalan.
Kapten PSM, Rasyid Bakri, menilai satu poin dari laga tersebut tetap layak disyukuri setelah tim menunjukkan karakter untuk bangkit.
“Tentu hasil ini patut kita syukuri karena tim mampu bangkit di situasi sulit. Terima kasih untuk seluruh suporter yang terus mendukung kami. Kami akan bekerja lebih keras lagi di latihan untuk mempersiapkan pertandingan berikutnya demi meraih hasil maksimal,” ungkap Rasyid.
Skor 3-3 menjadi penutup duel penuh drama tersebut. PSM gagal meraih kemenangan, tetapi berhasil menghindari kekalahan di hadapan publik sendiri.
Kini, pekerjaan rumah Juku Eja semakin jelas, mempertajam penyelesaian akhir, memperbaiki transisi bertahan, sekaligus menjaga mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkan saat menghadapi Arema FC. []


