News Minggu, 25 September 2022 | 11:09

Hanya 30 Persen Publik DKI Puas dengan Kinerja Anies Baswedan

Lihat Foto Hanya 30 Persen Publik DKI Puas dengan Kinerja Anies Baswedan Anies Baswedan. (Foto: Ist)
Editor: Tigor Munte

Jakarta - Hasil temuan survei Nusantara Strategic Network (NSN) mengungkap, hanya 30,3 persen publik ibu kota yang merasa puas dengan kinerja Gubernur Anies Baswedan.

Ini merupakan tingkat kepuasan publik terendah, menjelang berakhirnya masa jabatan Anies Baswedan.

Direktur Program NSN Riandi dalam keterangan persnya di Jakarta pada Sabtu, 24 September 2022 mengatakan, jika dilihat dalam setahun terakhir, kepuasan publik terhadap Anies tidak pernah menembus 40 persen. 

Sementara itu sebanyak 58,8 persen merasa tidak puas, dan sisanya tidak tahu/tidak jawab sebanyak 10,9 persen.

“Menjelang lengser dari jabatan gubernur, tingkat kepuasan publik DKI Jakarta terhadap Anies berada pada titik terendah, setelah setahun terakhir selalu berada di bawah 40 persen,” kata Riandi dipetik Opsi, Minggu, 25 September 2022.

Dikatakannya, buruknya persepsi publik terhadap Anies tidak lepas dari berbagai kontroversi yang muncul dari kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

Publik tidak melihat keseriusan Anies dalam membangun Jakarta dan merealisasikan janji-janji politiknya.

Menurutnya, Anies misalnya hanya mengubah nama-nama jalan dan mengganti istilah, tanpa ada hal-hal yang lebih substantif.

Tidak banyak pembangunan infrastruktur yang menonjol dilakukan Anies. Proyek-proyek infrastruktur di Jakarta dan sekitarnya dibangun oleh pemerintah pusat atau kerja sama Pemprov DKI Jakarta dengan pusat.

“Yang ditonjolkan Anies adalah pembangunan kembali kampung-kampung yang sebelumnya digusur pada masa Ahok, seperti korban gusuran di Bukit Duri,” lanjut Riandi. 

Baca juga:

Recoki Anies Baswedan Selama Menjabat, PDIP dan PSI Dulang Elektabilitas Tinggi di DKI

Pada faktanya warga tetap direlokasi ke rumah susun, seperti yang pernah dilakukan Ahok.

Anies mengganti sejumlah istilah seperti rumah sakit menjadi rumah sehat, ulang tahun menjadi Jakarta Hajatan, hingga mengembalikan nama Batavia di kawasan Kota Tua. 

“Kontroversi membuat Anies sering diperbincangkan, tetapi dengan sentimen yang negatif,” jelas Riandi.

Pembangunan fisik yang digaungkan oleh Anies lebih berupa proyek mercusuar, yaitu sirkuit balap Formula E dan stadion internasional Jakarta (JIS). 

“Proyek sirkuit Formula E dan stadion JIS lebih kental aroma politisnya ketimbang fungsionalnya,” kata dia.

Tanpa prestasi yang bisa menuai kepuasan publik, Anies berencana maju dalam capres 2024.

“Anies memainkan politik oposisional untuk menjadi magnet bagi berbagai kekuatan politik yang berseberangan dengan pemerintahan Jokowi periode kedua,” pungkasnya.

Nusantara Strategic Network (NSN) melakukan survei pada 11-15 September 2022 dengan 400 responden mewakili seluruh wilayah di DKI Jakarta. Metode survei adalah multistage random sampling. Margin of error survei ±4,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. []





Berita Terkait

Berita terbaru lainnya