Jaksa Masuk Sekolah di Toba, Kenalkan Hukum Sejak Dini untuk Remaja

Toba – Sedikitnya 60 orang siswa-siswi SMA Negeri 2 Balige mengikuti sosialisasi hukum yang diberikan oleh jaksa dari Kejaksaan Negeri Toba Samosir, Sumatra Utara, melalui kegiatan Jaksa Masuk Sekolah pada Kamis, 17 Februari 2022.

Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, para siswa sangat antusias selama mengikuti sosialisasi hukum, hal itu terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan para siswa.

Dalam pemaparannya, pihak kejaksaan menyampaikan persoalan hukum menyangkut kenakalan remaja, seperti narkoba, kejahatan seksual dan pergaulan bebas, bijak menggunakan sosial media, tawuran hingga kebiasaan para remaja kebut-kebutan di jalan atau balapan liar.

“Kebanyakan para anak-anak remaja ini menjadi korban. Termasuk korban kekerasan seksual, korban pemukulan hingga korban narkoba,” ujar Kasi Intel Kejari Tobasa Gilbeth Sitindaon usai memberi penyuluhan hukum.

Baca juga: Bupati Toba Copot Sekda, yang Dicopot Mengaku Tak Punya Kesalahan

“Nah, ini terjadi karena minimnya pengetahuan tentang hukum. Misalnya, kenapa anak remaja khususnya perempuan menjadi korban? Ini karena faktor pergaulan bebas. Karena itu kami sampaikan bagaimana itu pergaulan bebas, bahayanya seperti apa dan lain-lain,” sambungnya lagi.

Selain remaja perempuan yang menjadi korban, ada juga remaja laki-laki yang turut menjadi pelaku tindak pidana, seperti pelaku kejahatan seksual, pelaku kejahatan narkoba dan lain-lain.

“Kalau remaja laki-laki biasanya menjadi pelaku karena tergiur imbalan. Misalnya, dia diminta antar barang oleh seseorang kepada orang lain, ternyata barang itu adalah narkoba. Tapi karena diiming-imingi uang ratusan ribu, maka dia mau saja hingga akhirnya terjerat hukum,” sambungnya.

Dia menambahkan jika program Jaksa Masuk Sekolah merupakan program rutin yang dijalankan setiap tahun. Kepala SMA Negeri 2 Balige Aldon Samosir menyambut baik kegiatan tersebut.

“Kami sangat apresiasi kegiatan ini. Ini adalah salah satu cara menghindarkan remaja dari pelanggaran hukum. Terlebih dalam kurikulum kita tidak ada yang spesifik mempelajari soal hukum, paling hanya soal moral dan kewarganegaraan,” sebutnya singkat.[Alex]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Masih Syuting, Sunil Samtani Ungkap Jadwal Tayang Film Pengabdi Setan 2: Communion

Jakarta - Produser Rapi Films, Sunil Samtani, membeberkan jadwal...

Catatan Judistira Hermawan Usai Tinjau Fasilitas Pengolahan Sampah RDF Rorotan

Jakarta - Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI...

Solusi Bangun Indonesia Raih Penghargaan di Forum CSR Jawa Barat 2026

Jakarta - Komitmen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik...

Sambangi Pusat Keramaian, PJR Polda Sulbar Perkuat Keamanan

Mamuju, OPSI.ID - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi...

Boy Latuconsina: Presiden Harus Jujur, Perangkat MBG Belum Siap

Jakarta – Anggota Komite I DPD RI, Bisri As...

Di Depan Imam Masjid, Menteri Agama Minta Jaga Nilai Keislaman

Makassar - Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar menghadiri Ittihad Persaudaraan...

Pesan Gus Muhaimin di PKB Jabar Fest, Politik Harus Menghadirkan Harapan

Bandung – Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar,...

Sabar/Reza Gagal Juara, Alwi Farhan Jadi Penyelamat Indonesia di Australia Open 2026

Sydney, OPSI.ID - Ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Mohammad...

Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Taklukkan Wakil China Dua Gim Langsung

Sydney, OPSI.ID - Pebulu tangkis muda Indonesia, Alwi Farhan...

Berita Terbaru

Popular Categories