News Rabu, 04 Februari 2026 | 20:02

Kabarnya Prabowo ke Luar Negeri Selalu Pakai Dua Pesawat, Seskab Teddy Bilang Begini

Lihat Foto Kabarnya Prabowo ke Luar Negeri Selalu Pakai Dua Pesawat, Seskab Teddy Bilang Begini Presiden Prabowo berangkat ke Amerika usai melakukan kunjungan kerja di Cina pada 10 November 2024. (Foto: Ist)
Editor: Tigor Munte

Jakarta – Beredar di beberapa media termasuk media sosial bahwa Presiden Prabowo Subianto jika melakukan lawatan ke luar negeri selalu menggunakan dua pesawat. Ada kesan pemborosan anggaran. 

Informasi ini pun disangkal oleh Istana melalui Seskab Teddy Indra Wijaya dalam keterangan pers pada Selasa, 3 Februari 2026. 

Teddy dengan tegas membantah informasi mengenai penggunaan dua pesawat kenegaraan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam perjalanan luar negeri tidak benar.  

“Jadi ada yang menyampaikan dan menanyakan bahwa Pak Presiden kalau ke luar negeri itu sekarang menggunakan dua pesawat kenegaraan. Saya jawab enggak ada itu. Itu tidak benar,” katanya. 

Teddy menjelaskan bahwa dalam perjalanan luar negeri jarak jauh selama satu tahun terakhir, bosnya menggunakan maskapai nasional Garuda Indonesia dengan pesawat Boeing 777.  

Penggunaan pesawat tersebut sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah untuk mengedepankan efisiensi serta kebanggaan terhadap maskapai nasional. 

“Sudah satu tahun ini Presiden Prabowo keluar negeri jarak jauh selalu menggunakan pesawat satu. Apa itu? Maskapai nasional kebanggaan kita Garuda Indonesia Boeing 777,” ujarnya. 

Ditambahkannya, penggunaan pesawat Garuda Indonesia juga menjadi bagian dari upaya menunjukkan Indonesia sebagai negara besar yang memiliki maskapai nasional berkelas dunia.  

Pesawat yang digunakan pun tidak mengalami perubahan konfigurasi dan tetap menggunakan standar komersial tanpa perlakuan khusus kepresidenan. 

“Di dalamnya pun pesawat 777 Garuda itu konfigurasinya masih seperti apa adanya. Tidak ada berubah, tidak ada khusus kepresidenan, VIP dan sebagainya. Masih sama. Itu aja kira-kira,” jelasnya. 

Teddy juga menekankan bahwa jumlah perangkat kepresidenan yang mendampingi Presiden dalam perjalanan dinas luar negeri saat ini makin dibatasi.  

Hanya unsur yang benar-benar diperlukan sesuai ketentuan yang ikut mendampingi Prabowo, sebagai bagian dari kebijakan efisiensi dan penataan ulang protokol perjalanan. 

Sementara itu, terkait adanya pesawat cadangan, Teddy menyebut bahwa hal tersebut merupakan prosedur standar yang berlaku di seluruh dunia. 

Hal tersebut berkaitan dengan aspek pengamanan dan keselamatan kepala negara. 

“Di mana pun namanya kepala negara, pemerintahan itu pasti punya pesawat cadangan. Jangankan pesawat, mobil pun harus dua, harus ada cadangannya, harus ada backupnya. Dan Anda lihat kalau mobil rangkaian dulu banyak sekarang maksimal 8. Salah satunya ada mobil cadangan. Pesawat juga begitu,” ujarnya. 

Teddy berkilah, perjalanan luar negeri Prabowo dilaksanakan secara efisien, tertib, efektif dan profesional, tanpa pemborosan, serta tetap mengedepankan aspek keselamatan.  

Diperoleh catatan, untuk tahun 2024 - 2025, Prabowo sudah puluhan kali melakukan perjalanan ke luar negeri. 

  • China, 8-10 November 2024  
  • Amerika Serikat, 10-12 November 2024  
  • Peru, 14-15 November 2024  
  • Brasil, 18-19 November 2024  
  • Inggris, 20-23 November 2024  
  • Uni Emirat Arab, 17-19 Desember 2024  
  • Mesir, 19-21 Desember 2024  
  • India, 20-22 Januari 2025  
  • Australia, 25-27 Januari 2025  
  • Jepang, 28-30 Januari 2025  
  • Turki, 5-7 Februari 2025  
  • Malaysia, 12-14 Februari 2025  
  • Kanada, 3-5 Maret 2025  
  • Yordania, 10-12 Maret 2025  
  • Belanda, 15-17 Maret 2025  
  • Uni Emirat Arab (kedua), 9-10 April 2025  
  • Turki (kedua), 11-13 April 2025  
  • Qatar, 14 April 2025  
  • Mesir (kedua), 15 April 2025  
  • Yordania (kedua), 15-16 April 2025  
  • Prancis, 22-24 April 2025  
  • Singapura, 22-24 April 2025  
  • Korea Selatan, 5-7 Mei 2025  
  • Jerman, 12-14 Mei 2025  
  • Afrika Selatan, 20-22 Mei 2025  
  • Yordania (ketiga), 10-12 Juni 2025  
  • Uni Emirat Arab (ketiga), 18-20 Juni 2025  
  • Prancis (kedua), 14-16 Juli 2025  
  • Inggris (kedua), 22-24 Juli 2025  
  • Turki (ketiga), 28-30 Juli 2025  
  • India (kedua), 5-7 Ags 2025  
  • Jepang (kedua), 12-14 Agustus 2025  
  • Amerika Serikat (kedua, via New York PBB), 20-22 September 2025  
  • Brasil (kedua), 23-25 September 2025  
  • Jepang (singkat, Expo Osaka), 26-27 September 2025  
  • Belanda (kedua), 27 September 2025  
  • Mesir (ketiga, KTT Sharm El-Sheikh), 1-3 Oktober 2025. [] 

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya