Jakarta – Pidato Presiden Prabowo Subianto di Rakornas Sentul, Bogor, Jawa Barat, mendapat apresiasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Salah satu pernyataan Prabowo di hadapan jajaran pemerintah pusat dan daerah itu adalah pentingnya persatuan nasional dan tekad menjalankan kepemimpinan inklusif demi kemajuan bangsa.
Juru Bicara DPP PSI Dedek Prayudi menilai pernyataan Presiden Prabowo mencerminkan kedewasaan berbangsa.
“Persaingan politik memang niscaya dalam sistem demokrasi, namun selayaknya tidak menghasilkan polarisasi tanpa ujung yang justru merontokkan energi kolektif,” kata Dedek dalam keterangan yang dilansir Rabu, 4 Februari 2026.
Dia mengingatkan, kemiskinan adalah musuh bersama yang hanya bisa dikalahkan dengan kolaborasi, bukan polarisasi.
Disebutnya, tekad Presiden Prabowo untuk memimpin secara inklusif dan adil menjadi fondasi kuat bagi stabilitas nasional, memperkuat kepercayaan publik, serta memastikan energi bangsa difokuskan pada kerja nyata melayani rakyat.
Meski demikian, kata Dedek mengingatkan, bukan berarti kritik tidak diperlukan. Semua elemen bangsa diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi.
“Ruang untuk menyampaikan kritik tetap ada. Karena penyempurnaan kerja merupakan hal yang niscaya. Tanpa kritik, kita bisa menganggap semua sudah sempurna,” tukas dia.
Prabowo saat memberi arahan Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, mengajak seluruh elemen bangsa, tanpa memandang latar belakang politik dan golongan, untuk berjuang bersama menghapus kemiskinan dari Indonesia.
Prabowo juga menegaskan pentingnya persatuan nasional. Persaingan dalam demokrasi adalah hal yang wajar, namun setelah proses politik selesai, seluruh pihak harus kembali bersatu untuk melayani rakyat.
Ia juga menegaskan komitmen untuk memimpin secara inklusif dan adil, tanpa membedakan latar belakang politik. []