Rektor ITPLN Prof. Iwa Garniwa Luncurkan Buku Transisi untuk Masa Depan Indonesia

Jakarta – Rektor Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa M.K., M.T. IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., meluncurkan buku Bumi yang Terjaga: Transisi Energi untuk Indonesia yang Berkelanjutan. Peluncuran buku ini menjadi bagian dari upaya kampus transisi energi untuk memperkuat pemahaman publik mengenai transisi energi yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan, keadilan sosial, dan masa depan bangsa.

Dalam sambutannya, Prof. Iwa menegaskan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar mencetak lulusan yang menguasai aspek teknis.

“Tugas kami bukan hanya menghasilkan lulusan yang mampu menghitung daya atau merancang jaringan listrik. Tugas kami adalah membentuk penjaga bumi, generasi yang memahami dampak sosial dan ekologis dari setiap keputusan teknis yang mereka ambil,” ujar Prof. Iwa saat peluncuran buku di JCC, Rabu, 22 Juli 2026.

Menurutnya, buku tersebut lahir dari kegelisahan karena belum banyak referensi yang mampu menjelaskan isu transisi energi secara komprehensif sekaligus mudah dipahami masyarakat luas.

Ia mengungkapkan, ide penyusunan buku berawal dari diskusi sederhana mengenai kebutuhan sebuah buku yang dapat dibaca mahasiswa teknik, pembuat kebijakan, pelaku bisnis, hingga masyarakat umum. Buku ini ditulis bersama dosen ITPLN lain, Rakhmadi Irfansyah Putra, S.Kom., MMSI.

“Kami ingin menghadirkan buku yang tidak hanya menjelaskan apa itu transisi energi, tetapi juga mengapa isu ini penting dan apa peran setiap orang di dalamnya,” katanya.

Prof. Iwa menjelaskan penyusunan buku didukung lebih dari 150 referensi ilmiah sehingga mampu menghadirkan pembahasan yang kuat, namun tetap menggunakan bahasa yang mudah dipahami pembaca nonteknis.

Buku setebal sekitar 315 halaman itu memuat lima pesan utama, salah satunya bahwa transisi energi merupakan perubahan cara berpikir, bukan sekadar mengganti energi fosil menjadi energi terbarukan.

“Teknologi hanyalah alat. Arah penggunaannya tetap ditentukan manusia, kebijakan, nilai yang kita pegang, serta keberanian meninggalkan kenyamanan lama,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan Indonesia memiliki posisi yang unik. Sebagai negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, Indonesia sekaligus dianugerahi potensi energi terbarukan yang sangat besar, mulai dari tenaga surya, angin, air, panas bumi hingga bioenergi.

Karena itu, tantangan terbesar bukan terletak pada ketersediaan sumber daya, melainkan keberanian mengambil keputusan, konsistensi kebijakan, kesiapan teknologi, pembiayaan, serta tata kelola yang baik.

Prof. Iwa menegaskan transisi energi harus berjalan secara adil. Menurutnya, pembangunan energi hijau tidak boleh meninggalkan pekerja sektor energi fosil maupun masyarakat yang terdampak.

“Bumi yang Terjaga bukan buku tentang ketakutan. Ini buku tentang harapan yang ditopang ilmu pengetahuan, kebijakan yang adil, dan tindakan nyata. Mari menjadi penjaga bumi bukan karena takut kehilangan dunia, tetapi karena mencintai kehidupan,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh sivitas akademika ITPLN menjadikan transisi energi sebagai gerakan ilmu pengetahuan, gerakan keadilan, sekaligus gerakan kemanusiaan.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Indonesia Prof. Ir. Rinaldy Dalimi, M.Sc., Ph.D menilai buku tersebut memperlihatkan perpaduan peran Prof. Iwa sebagai akademisi sekaligus pemimpin perguruan tinggi. Menurutnya, selama tujuh tahun memimpin ITPLN, Prof. Iwa berhasil membawa perubahan signifikan, yang juga tercermin dalam isi buku tersebut.

“Saya melihat dua sosok dalam buku ini, yaitu akademisi yang berpikir kritis dan seorang manajer yang memahami bagaimana perubahan harus dijalankan,” katanya.

Prof. Rinaldy juga menilai buku tersebut menjadi salah satu referensi yang membahas transisi energi dari berbagai sudut pandang secara utuh dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.

“Ini bukan buku yang hanya ditujukan untuk para profesor atau akademisi. Masyarakat umum pun dapat membaca dan memahaminya. Setelah membaca beberapa bab, saya justru terdorong menyelesaikan seluruh isi buku,” ungkapnya.

Peluncuran buku Bumi yang Terjaga: Transisi Energi untuk Indonesia yang Berkelanjutan sekaligus menegaskan komitmen ITPLN untuk tidak hanya mencetak tenaga profesional di bidang energi, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta mampu memimpin transformasi menuju masa depan energi Indonesia yang berkelanjutan. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

BP Tapera Kunjungi Kementerian UMKM, Dorong Perumahan Subsidi bagi PNS dan Pelaku Usaha

Jakarta – Pemerintah terus mendorong pemahaman akan pentingnya memiliki...

Grup Band Androck Lepas Single Kedua Bertajuk Labirin Ambigu

Jakarta - Memantapkan langkah dalam fase transformasinya di industri...

‎Menteri PKP, Mendagri, dan Kapolda Metro Jaya Kolaborasi Bedah Rumah di Kampung Ambon Jakbar

Jakarta - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memperkuat...

Maseta Luncurkan EP SAYANG, Narasi Dualisme Cinta dan Kehilangan

Jakarta - Industri musik pop tanah air kembali diperkaya...

‎PLTS 100 GWp Butuh 5,5 Juta Tenaga, ITPLN Siapkan Lulusan Terampil

‎Jakarta - Institut Teknologi PLN (ITPLN) memastikan akan menyiapkan...

Bekal Santri Hadapi Era Digital, OJK Cirebon Ingatkan Bahaya Investasi Berisiko

Cirebon – Kemampuan mengelola keuangan dan mengenali risiko investasi...

Munafri Arifuddin Pimpin PSSI Sulsel, Siapkan Pembinaan Klub Lokal dan Kompetisi Usia Muda

Makassar, OPSI.ID - Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa...

35 Guru Terdampak Insiden Kesehatan Usai Konsumsi MBG di Cirebon, PGRI Soroti Beban Kerja

Cirebon – Insiden kesehatan yang dialami sejumlah penerima manfaat...

Berita Terbaru

Popular Categories