Rektor ITPLN: Transisi Energi Harus Perkuat Ekonomi Nasional, Jangan Mengalir ke Luar Negeri

Jakarta – Rektor Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa M.K., M.T. IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., menegaskan transisi energi harus menjadi momentum memperkuat ekonomi nasional. Terlebih, potensi investasi dan dampak ekonomi dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 mencapai Rp3.000 triliun.

‎Menurutnya, perputaran ekonomi dalam transisi energi itu jangan sampai mengalir ke luar negeri akibat tingginya ketergantungan terhadap teknologi impor.

‎”Kalau tidak salah, kebutuhan investasi sektor ketenagalistrikan dalam satu dekade ke depan mencapai hampir Rp3.000 triliun. Kalau itu demi kemajuan negeri ini, demi masyarakat mendapatkan peluang kerja, dan lain sebagainya. Itu jadi sesuatu yang bagus. Dalam RUPTL 2025-2034 ini banyak sekali membangun pembangkit energi terbarukan, tapi kalau uang ini banyak keluar (impor), itu jadi persoalan bagi kita,” ujar Iwa dalam Podcast Bebas Bicara On Point Media, Rabu, 22 Juli 2026.

‎Menurutnya, setiap perputaran ekonomi dalam pembangunan transisi energi ini harus sebanyak mungkin dinikmati di dalam negeri.

Dia menegaskan, transisi energi tidak boleh dipahami sebatas mengganti pembangkit berbasis fosil menjadi energi baru terbarukan.

Transformasi tersebut harus mampu membangun rantai industri dari hulu hingga hilir sehingga membuka lapangan kerja, meningkatkan kemampuan teknologi nasional, sekaligus memperkuat daya saing industri.

‎Ia mencontohkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya yang seharusnya menjadi peluang mengembangkan industri panel surya, komponen pendukung, hingga ekosistem manufaktur nasional.

‎”Kalau seluruh teknologi kita beli dari luar, manfaat ekonominya ikut keluar. Justru program transisi energi harus menjadi kesempatan membesarkan industri nasional,” tegasnya.

‎Diakuinya, Indonesia berada pada posisi strategis karena masih membutuhkan tambahan pasokan energi untuk menopang pertumbuhan ekonomi, sekaligus memiliki potensi energi terbarukan yang melimpah. Karena itu, transisi energi harus dijalankan secara bertahap dengan tetap menjaga keamanan pasokan energi dan keterjangkauan harga listrik bagi masyarakat.

‎Menurutnya, peningkatan biaya produksi akibat percepatan transisi energi perlu diperhitungkan secara matang. Pemerintah harus memastikan perubahan bauran energi tidak membebani masyarakat, terutama ketika daya beli nasional belum sepenuhnya pulih.

‎”Tujuan utama penyediaan energi adalah mendorong pertumbuhan ekonomi. Ketika ekonomi masyarakat semakin kuat, proses transisi menuju energi bersih juga akan lebih mudah diterima,” katanya.

‎Iwa juga mengingatkan bahwa Indonesia tidak dapat disamakan dengan negara-negara maju dalam menentukan kecepatan transisi energi. Setiap negara memiliki kondisi ekonomi, tingkat kesejahteraan, serta struktur kebutuhan energi yang berbeda.

‎”Transisi energi memang menjadi agenda global dan Indonesia harus terlibat. Namun Indonesia tidak boleh dipaksa mengikuti target negara maju tanpa mempertimbangkan kondisi domestik. Yang terpenting adalah bagaimana kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi untuk mendukung pembangunan,” imbuhnya.

‎Implementasi biodiesel B50

‎Dalam kesempatan itu, Iwa turut menyoroti implementasi biodiesel B50 yang dinilai menjadi salah satu langkah strategis memperkuat kemandirian energi nasional. Kebijakan tersebut mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor solar sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya domestik.

‎Menurutnya, hilirisasi kelapa sawit menjadi biodiesel tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga menciptakan investasi baru, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan nilai tambah ekonomi di dalam negeri.

‎”Hilirisasi selalu menghasilkan nilai tambah lebih besar dibandingkan menjual bahan mentah. Di situlah manfaat ekonomi yang harus terus diperkuat,” katanya.

‎Iwa menambahkan keberhasilan transisi energi memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah sebagai regulator, industri sebagai pelaksana investasi, perguruan tinggi sebagai pusat riset dan inovasi, serta masyarakat sebagai pengguna sekaligus penggerak perubahan.

‎Ia optimistis Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pemimpin transisi energi di kawasan. Namun, hal itu hanya dapat terwujud apabila didukung konsistensi kebijakan, penguasaan teknologi, penguatan sumber daya manusia, serta komitmen membangun industri energi yang berdaya saing.

‎”Indonesia memiliki sumber daya alam, sumber daya manusia, dan kapasitas inovasi yang sangat kuat. Tantangannya adalah memastikan transisi energi benar-benar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional, bukan sekadar mengikuti tren dunia,” kata Iwa. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

Komisi B DPRD DKI Dukung Penerbitan Obligasi untuk LRT Jakarta, Tapi Tarif Jangan Sampai Naik

‎Jakarta - Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerbitkan...

Abah Hasan Kiryani Wafat, KH. Maman Imanulhaq Kenang sebagai Murobbi yang Penuh Kasih

Jatiwangi — Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka, KH. Maman...

Universitas Tomakaka Mamuju Buka Kesempatan Kuliah, KIP dan Beasiswa Haji Kalla Disiapkan

Mamuju, OPSI.ID - Universitas Tomakaka Mamuju mencatat sebanyak 385...

Bunga Pinjaman PNM Mekaar Dipangkas Jadi 8 Persen, Beban 14 Juta Nasabah Berkurang

Jakarta — Pemerintah memutuskan menurunkan suku bunga pinjaman program...

Gerhana Matahari Total 2026 Jadi Momen Langka Dunia, Indonesia Tak Masuk Jalur

Jakarta - Fenomena Gerhana Matahari total akan menghiasi langit...

Universitas Tomakaka Perluas Titik Perkuliahan, Dekatkan Pendidikan Tinggi dengan Masyarakat

Mamuju, OPSI.ID - Universitas Tomakaka masih membuka Penerimaan Mahasiswa...

Maman Abdurrahman Ungkap Penyebab Produk UMKM Sulit Terserap Pasar Domestik

Jakarta — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)...

Bilal Hasan Ukir Sejarah, Petarung Berdarah Indonesia Dapat Kontrak UFC Usai Menang TKO 45 Detik

Jakarta - Petarung berdarah Indonesia, Bilal Hasan, mencatat prestasi...

Berita Terbaru

Popular Categories