LOMBOK, Opsi.id – Di saat banyak orang mencari jodoh melalui aplikasi kencan, masyarakat Sasak di Lombok memiliki cara yang jauh lebih unik.
Setiap tahun, ribuan orang berkumpul di pantai pada sebuah tradisi bernama Bau Nyale.
Sebuah festival yang memadukan legenda cinta, perburuan cacing laut, dan ajang mencari pasangan hidup.
Tradisi ini berakar dari kisah legendaris Putri Mandalika, seorang putri cantik yang diperebutkan banyak pangeran.
Untuk mencegah pertumpahan darah akibat persaingan para pelamarnya, sang putri dikisahkan memilih mengorbankan diri dengan menceburkan diri ke laut.
Ketika rakyat mencarinya, mereka tidak menemukan sang putri.
Baca juga: Sosialisasi Program MBG bersama Mitra Kerja BGN di Pemenang Lombok
Sebagai gantinya, mereka menemukan ribuan cacing laut berwarna-warni yang kemudian dipercaya sebagai jelmaan atau simbol kehadiran Putri Mandalika.
Cacing laut inilah yang dikenal sebagai nyale.
Setiap tahun, setelah bulan purnama tertentu, masyarakat Sasak berbondong-bondong menuju pantai-pantai selatan dan timur Lombok.
Demi menangkap nyale yang muncul dari laut dalam jumlah besar.


