Cirebon – Anggota DPRD Kota Cirebon, Rinna Suryanti, turun langsung menemui masyarakat dalam kegiatan reses Masa Persidangan III Tahun 2026 di RW 12 Bedeng Baru, Kelurahan Pekalipan, Kecamatan Pekalipan, Rabu (19/8/2026).
Pertemuan tersebut dimanfaatkan Rinna untuk mendengar secara langsung berbagai persoalan, kebutuhan, serta usulan warga yang berada di daerah pemilihannya.
Sejumlah aspirasi disampaikan Ketua RW 12 Bedeng Baru, Hari Laspur. Warga di antaranya mengusulkan bantuan berupa keranda jenazah serta perangkat speaker untuk menunjang aktivitas di mushola.
Hari mengatakan, keberadaan kedua fasilitas tersebut dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sosial dan kegiatan keagamaan warga di lingkungan RW 12 Bedeng Baru.
Dalam kesempatan itu, Hari juga menyampaikan apresiasi kepada Rinna Suryanti yang selama ini dinilai memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat setempat.
Ia turut mengapresiasi realisasi pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD berupa pembangunan jalan dengan lapisan hotmix yang telah dilakukan di wilayah RW 12 pada akhir 2025.
“Terima kasih kepada Teh Rinna yang sudah membantu merealisasikan perbaikan jalan hotmix di wilayah kami pada akhir tahun 2025. Perbaikan tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Hari.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Rinna memastikan aspirasi warga akan dibawa dalam pembahasan sesuai mekanisme dan kewenangan DPRD Kota Cirebon.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai kegiatan reses menjadi salah satu instrumen penting bagi anggota legislatif untuk mengetahui secara langsung kondisi masyarakat sekaligus menghimpun kebutuhan yang dapat menjadi bahan dalam penyusunan maupun pembahasan program pembangunan daerah.
“Insyaallah aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam reses ini akan saya bawa dan sampaikan sesuai mekanisme yang berlaku. Kami akan melihat mana yang menjadi prioritas dan dapat diperjuangkan melalui program pemerintah daerah,” kata Rinna.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan tidak boleh luput dari perhatian karena menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan yang merata di Kota Cirebon.
Rinna juga berharap berbagai usulan yang dihimpun melalui reses dapat ditindaklanjuti secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas, kemampuan anggaran, serta ketentuan yang berlaku.
Ia menambahkan, reses tidak hanya menjadi ruang untuk menampung aspirasi, tetapi juga membuka komunikasi yang lebih intensif antara masyarakat dengan wakilnya di parlemen.
“Dengan adanya reses, komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat diharapkan semakin terbuka. Selain menyerap aspirasi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengevaluasi berbagai program pembangunan yang telah berjalan serta mengidentifikasi kebutuhan warga yang masih memerlukan perhatian,” ujar Rinna.


