Mimika, OPSI.ID – Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Inf Jozanda mengungkap identitas sembilan warga sipil yang diduga dibawa paksa oleh kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kesembilan warga tersebut terdiri atas anak-anak, remaja perempuan, hingga seorang perempuan yang disebut tengah mengandung usia muda. Mereka diduga dibawa oleh kelompok bersenjata pada Senin (17/8/2026).
Informasi yang diterima dari masyarakat menyebutkan, kelompok bersenjata yang membawa para warga itu diperkirakan berjumlah sekitar 15 orang.
Adapun sembilan warga yang diduga dibawa paksa tersebut yakni Nemerina Wamang (17) yang tengah hamil muda, Alin Mesawarol (siswi kelas VI SD), Nopi Aim (siswi kelas IV SD), Opinte Meswaro (siswi kelas III SD), Yonita Senawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan Miante Nibilingame (13).
Dalam kejadian tersebut, dua ibu yang berupaya mempertahankan anak mereka juga menjadi korban kekerasan.
Jozanda mengatakan, salah seorang ibu ditembak setelah menolak anaknya dibawa paksa. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Ibu itu menolak anaknya dibawa paksa dan akhirnya ibu itu ditembak hingga meninggal di tempat. Kemudian seorang ibu lainnya yang juga menolak anaknya dibawa paksa, dibuang ke jurang dan mengalami patah tulang kaki,” ujar Jozanda dilansir Antara.
Korban yang meninggal diketahui bernama Neregingget Magai (48). Jenazahnya kemudian langsung dikremasi pada sore hari setelah kejadian.
Sementara itu, korban lainnya, Inkolung Aim, mengalami patah tulang setelah didorong ke jurang. Ia masih menjalani perawatan di Jila.
“Yang ditembak itu langsung meninggal dunia dan sore itu juga jenazahnya langsung dikremasi. Yang patah tulang ini masih hidup, sekarang sedang menjalani perawatan di Jila. Saya juga belum dapatkan info usianya berapa,” kata Jozanda.


