Umbu Rudi Kabunang Bawa OVOP dan Pacuan Kuda Tradisional NTT ke Panggung Rakernas SOKSI

Bandung, OPSI.ID – Suasana Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) SOKSI 2026 di Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/5/2026), tidak hanya dipenuhi agenda konsolidasi politik organisasi pendiri Partai Golkar itu.

Dari forum nasional tersebut, perhatian peserta justru banyak tertuju pada gerak dan gagasan yang dibawa jajaran SOKSI Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di tengah pembahasan penguatan kaderisasi dan arah politik organisasi, Ketua Depidar XXIII SOKSI NTT Dr. Umbu Rudi Kabunang tampil memaparkan model konsolidasi yang tidak semata berbasis struktur organisasi. Melainkan langsung menyentuh denyut ekonomi dan budaya masyarakat.

Bagi SOKSI NTT, organisasi tidak cukup hanya hadir dalam ruang-ruang politik. Organisasi harus mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat sekaligus penjaga identitas budaya daerah.

Dalam pemandangan umum Rakernas, Umbu Rudi menegaskan dukungan penuh SOKSI NTT terhadap program Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, yang juga Wakil Ketua Umum DPP Golkar. Terutama konsep One Village One Product (OVOP) yang kini sedang digencarkan di seluruh wilayah NTT.

Program tersebut kemudian diterjemahkan SOKSI NTT melalui gerakan One Depicab One Product. Setiap kepengurusan kabupaten/kota didorong membangun produk unggulan berbasis potensi lokal masyarakat.

“Yang dibangun bukan hanya organisasi, tetapi bagaimana masyarakat memiliki produk yang bisa diolah, dikemas, dan dipasarkan,” kata Umbu Rudi.

Skema itu diarahkan untuk memperkuat hilirisasi komoditas lokal NTT. Produk-produk masyarakat nantinya dipasarkan melalui jaringan NTT Mart yang mulai berkembang di berbagai kabupaten dan kota.

Mendorong Pacuan Kuda Menjadi Cabor Resmi

Namun, yang paling menyita perhatian forum justru ketika Umbu Rudi berbicara mengenai pacuan kuda tradisional. Olahraga rakyat yang selama ini hidup dalam kebudayaan masyarakat NTT, terutama di Pulau Sumba.

Sebagai Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacuan NTT, ia mengatakan pihaknya bersama Pemerintah Provinsi NTT dan PP Pordasi Pacu sedang mendorong pacuan kuda tradisional tanpa pelana menjadi cabang olahraga resmi pada Pekan Olahraga Nasional 2028.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Aston Villa Buka Peluang Enam Wakil Premier League di Liga Champions

Jakarta, Opsi.id - Keberhasilan Aston Villa menjuarai UEFA Europa...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Putra Tri Ramadani Cetak Sejarah, Indonesia Raya Berkibar di World Climbing Series Nomor Lead

JAKARTA, Opsi.id  – Kabar membanggakan datang dari dunia panjat...

Rupiah Tembus Rp18.160 per Dolar AS, Tertekan Konflik Timur Tengah dan Data Ekonomi AS

JAKARTA, Opsi.id  – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan...

Pimpin Apel Pagi, Kapolda Sulbar Tekankan Profesionalisme dan Keteladanan Keluarga

Mamuju, OPSI.ID - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Barat...

Hadapi Persma 1960, Persikotas dan PSP Padang, Persimaju Usung Misi Lolos 16 Besar

Yogyakarta, OPSI.ID - Hasil drawing putaran 32 besar Liga...

Meriah! Ratusan Pecinta Burung Adu Suara Merdu di Polda Sulbar

Mamuju, OPSI.ID - Suara kicau burung yang merdu dan bervariasi...

Jonatan Christie Gagal Juara Indonesia Open 2026, Takluk dari Victor Lai di Final

Jakarta, OPSI.ID - Jonatan Christie gagal mempersembahkan gelar juara...

Prabowo: Pendidikan Kunci Kesejahteraan, Kekayaan Negara Harus Dijaga untuk Rakyat

Presiden Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17...

Berita Terbaru

Popular Categories