Prof. JJ berharap diskusi yang berlangsung selama forum mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyempurnakan kebijakan penjaminan mutu pendidikan tinggi.
“Kami berharap berbagai gagasan yang lahir dari forum ini dapat menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan nasional sehingga sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi semakin adaptif dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran,” tuturnya.
Selama dua hari pelaksanaan, forum diisi dengan berbagai agenda, termasuk pemaparan praktik terbaik (best practice) terkait pengusulan Akreditasi Internasional Perguruan Tinggi (AIPT) yang disampaikan oleh Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Negeri Yogyakarta.
Sesi tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai strategi membangun budaya mutu yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Selain itu, para peserta juga menyusun rekomendasi implementasi Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 dan Peraturan BAN-PT Nomor 35 Tahun 2025.
Hasil pembahasan diharapkan dapat memperkuat tata kelola sistem penjaminan mutu di lingkungan PTNBH sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi nasional secara berkelanjutan. []


