Video Klip “(Tak Mungkin) Mencari Penggantimu” Akhirnya Dirilis Wen & the Wknders

Jakarta – Band indie pop-rock asal Bandung, Wen & the Wknders, akhirnya merilis musik video yang lama tertunda berjudul “(Tak Mungkin) Mencari Penggantimu”.

Video ini sebenarnya sudah selesai digarap sejak November 2024, namun sempat disimpan karena berbagai peristiwa yang menimpa perjalanan band, termasuk duka mendalam atas berpulangnya salah satu pendiri sekaligus gitaris, Demie, di pertengahan 2025.

Keputusan untuk merilis video ini bukan hanya sekadar melengkapi katalog karya mereka, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan atas warisan musikal yang ditinggalkan Demie.

Dengan perilisan ini, Wen & the Wknders kini memiliki enam lagu dan enam musik video yang tersedia di platform digital, menandai dua tahun kebersamaan mereka. Sebelumnya, mereka sudah merilis video untuk “Tak Mungkin Kembali” dan “Rindu Sesaat” pada Desember 2024 dan Januari 2025.

Namun video ketiga, “Mencari Penggantimu”, tertunda cukup lama karena kondisi internal band yang penuh tantangan. Hilangnya Demie bukan hanya meninggalkan luka emosional, tetapi juga mengubah identitas musikal Wen & the Wknders yang selama ini memadukan gitar akustik dan elektrik sebagai ciri khas.

Baru pada awal 2026, band ini kembali menemukan soliditas dengan masuknya Ferdy sebagai gitaris elektrik kedua. Kehadiran Ferdy memberi energi baru sekaligus melengkapi formasi penuh elektrik yang kini mereka usung.

Sebelum merilis rangkaian single terbaru dengan formasi baru, bassis Isyan mengingatkan Wen, sang vokalis sekaligus sutradara musik video mereka, tentang status video yang sempat terlupakan.

Dari obrolan itu, lahirlah keputusan untuk merilis video “Mencari Penggantimu” dengan tambahan kata “(Tak Mungkin)” di judulnya. Penambahan ini bukan sekadar estetika, melainkan simbol penghormatan terhadap Demie dan legacy yang ia tinggalkan.

Video musik ini diedit tanpa tambahan efek berlebihan, hanya memanfaatkan hasil pengambilan gambar dengan frame rate tinggi yang kemudian dipresentasikan dengan teknik slo-mo. Pilihan nuansa hitam-putih membuat video tampil sederhana namun sinematik, menambah kedalaman makna lagu.

Kesederhanaan visual justru memperkuat pesan emosional yang ingin disampaikan: sebuah perjalanan move-on yang sulit, meski keadaan memaksa.

Lagu “Mencari Penggantimu” sendiri memiliki keistimewaan tersendiri bagi Wen. Untuk pertama kalinya, ia memasukkan komposisi orkestra melalui synthesizer dalam aransemen lagu.

Hasilnya adalah sebuah tembang syahdu yang memadukan nuansa pop-rock dengan sentuhan orkestra digital, menghasilkan atmosfer melankolis yang kuat.

Liriknya bercerita tentang kerumitan hati ketika harus melepaskan seseorang, tentang rasa kehilangan yang begitu dalam, dan tentang usaha mencari pengganti meski hati masih terikat pada masa lalu.

Perilisan video ini menjadi momen penting bagi Wen & the Wknders. Selain menyempurnakan katalog karya mereka, video ini juga menjadi simbol transisi dari masa lalu menuju masa depan.

Dengan formasi baru, mereka siap melangkah ke fase berikutnya, namun tetap membawa warisan Demie sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan band. “(Tak Mungkin) Mencari Penggantimu” bukan hanya sebuah musik video, melainkan sebuah pernyataan emosional tentang kehilangan, penghormatan, dan keberanian untuk melanjutkan langkah.

Kini, musik video tersebut sudah dapat dinikmati di seluruh platform audio dan video digital. Bagi penggemar, ini adalah kesempatan untuk kembali merasakan kedalaman karya Wen & the Wknders, sekaligus mengenang sosok Demie yang telah memberi warna besar dalam perjalanan band.

Lagu ini mengajak pendengar untuk larut dalam perasaan, merasakan kesedihan, sekaligus menemukan keindahan dalam proses move-on yang penuh luka.

Dengan rilisnya “(Tak Mungkin) Mencari Penggantimu”, Wen & the Wknders menegaskan bahwa musik bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga tentang ekspresi, kenangan, dan warisan.

Mereka membuktikan bahwa meski kehilangan adalah bagian dari perjalanan, karya seni mampu menjembatani masa lalu dan masa depan. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Bejat! Oknum Kiai di Pati Cabuli 50 Santriwati di Ponpes

Pati, Opsi.id - Kasus pencabulan kembali terungkap. kali ini...

Grup Duo Asal Makassar, DVY Rilis Single Bloom/Gloom

Jakarta - Duo musik asal Makassar, DVY, yang terdiri...

Pulau di Nias Dijaga Ketat dan Diduga Milik Orang Asing, Penrad Siagian Minta Imigrasi Turun Tangan

Medan – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD...

Dukcapil DKI Jakarta Raih Penghargaan Nasional, Perekaman KTP-el Capai 100 Persen

Jakarta – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi...

James F. Sundah Meninggal Dunia, Pencipta Lagu Lilin Lilin Kecil Tinggalkan Warisan Abadi

Jakarta - Indonesia kehilangan salah satu maestro musiknya dengan...

Menkeu Purbaya Klaim APBN 2026 Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global

JAKARTA, Opsi.id  – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan...

Polisi Ubrak-abrik Sarang Narkoba di Batubara, 4 Pengedar Ditangkap

BATUBARA, Opsi.id  – Petugas kepolisian menggerebek dua lokasi yang...

Indosat Umumkan Hasil RUPST 2026, Fokus pada Strategi AI

Jakarta - PT Indosat Tbk (Indosat atau IOH; IDX:...

Ashira Zamita Rilis Single Indie Bertajuk waiting (come home)

Jakarta - Musisi muda Indonesia Ashira Zamita resmi merilis...

Polda Sulbar Tingkatkan Kesiapan Personel Hadapi Tantangan Tugas Melalui Pelatihan Risiko

Mamuju, OPSI.ID - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat (Sulbar)...

Berita Terbaru

Popular Categories