Jakarta – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno mengatakan ada peningkatan jumlah sapi kurban yang disembelih oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada tahun 2026 ini, jika dibadingkan dengan tahun sebelumnya.
“Kalau tahun lalu Pemprov DKI menyalurkan 160 ekor sapi, tahun ini menjadi 210 ekor sapi dan 10 kambing. Rinciannya, 160 sapi dari BUMD, 44 sapi dari Baznas Bazis, serta 6 sapi dari HIPMI,” kata Rano Karno kepada wartawan di Jakarta, dikutip Kamis, 28 Mei 2026.
Rano menjelaskan, Pemprov DKI menyiagakan 744 petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban dan 484 juru sembelih halal.
Adapun total 744 petugas yang diterjunkan terdiri atas 424 personel Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), 62 dokter hewan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Jakarta, 208 personel Fakultas Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, serta 50 anggota Pramuka.
“Nah, yang bertugas untuk memastikan ibadah kurban di Jakarta berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai ketentuan,” tutur politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu.
Rano Karno memastikan, pemeriksaan hewan kurban berupa sapi dan kambing dilakukan sejak sebelum acara hingga setelah pemotongan.
Pemprov DKI Jakarta, kata Rano, terus memperkuat pengawasan kesehatan hewan kurban dan menuntut kapasitas juru sembelih halal agar proses penyembelihan berjalan sesuai dengan standar.
“Atau melalui yang disebut kita sering dengar ante-mortem atau post-mortem untuk memastikan daging kurban yang diterima memenuhi prinsip ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal,” kata Rano.
Pria yang akrab disapa Si Doel itu mengungkapkan, menjelang Hari Raya Idul Adha, aktivitas distribusi, penjualan, penampungan hingga pemotongan hewan kurban di Jakarta juga meningkat.
“Tadi saya mendapat bisikan dari Pak Kadis, sudah 68.000 hewan kurban yang akan disembelih dalam Waktu tiga hari, istilahnya ada hari Tasyrik kan. Jadi artinya ini luar biasa, mudah-mudahan dengan jumlah yang begitu besar, pengawasan jauh lebih ketat lagi,” tuturnya.
Rano mengimbau limbah ataupun darah hewan kurban tidak boleh dibuang ke saluran air dan sungai sehingga tidak menimbulkan bau busuk yang dapat mengganggu kenyamanan warga. Berkenaan dengan hal ini sudah ada bidang pengawasannya.
“Pasti ada pengawasan kan. Di tempat umum, di mana pun, ya mungkin di halaman rumah atau di masjid atau di mana itu pasti ada pengawasan. Kalau anda mungkin mengikuti, begitu disembelih pasti akan dibikin liang, lubang, supaya apa? darah ke situ. Itu sudah umum di mana-mana,” katanya.
Rano berharap proses salat Idul Adha hingga penyembelihan hewan kurban tahun 2026 ini berjalan kondusif.
“Ya mudah-mudahan berjalan tertib dan aman. Yang pasti kurban ini kan memang kewajiban ibadah bagi kita yang Muslim. Yang pasti sebelum dipotong kurban, pasti sudah dihitung jumlah, jadi enggak mungkin kurang,” kata Rano Karno. []

