YLBHI dan Koalisi Somasi Presiden, Tolak Pelibatan TNI-Polri dalam Administrasi Pajak

JAKARTA, Opsi.id  – Tim Advokasi untuk Demokrasi Sektor Keadilan Pajak (TAUD SKP) melayangkan somasi kepada Presiden RI, Ketua DPR RI, dan Menteri Keuangan.

Somasi terkait kebijakan yang dinilai membuka ruang pelibatan TNI dan Polri dalam administrasi perpajakan.

Koalisi menilai langkah tersebut berpotensi mengancam supremasi sipil, kepastian hukum, dan tata kelola perpajakan.

Somasi disampaikan dalam konferensi pers bertajuk “Pajak dalam Bayang-Bayang Aparat” yang digelar di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).

Sejumlah organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam koalisi, di antaranya YLBHI, CELIOS, Solidaritas Perempuan, Indonesia for Global Justice (IGJ), Puskaha, Imparsial, KontraS, WALHI, dan sejumlah lembaga lainnya, hadir dalam kegiatan tersebut.

Baca juga: Lewat Aplikasi SIGNAL, Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah

Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menilai pemerintah seharusnya membenahi sistem perpajakan dan mengejar kepatuhan wajib pajak besar, bukan justru mengandalkan pendekatan yang melibatkan aparat keamanan.

Menurut Bhima, persoalan utama penerimaan negara bukan terletak pada kurangnya pengawasan terhadap pelaku usaha kecil.

Melainkan belum optimalnya penarikan pajak dari kelompok berpenghasilan sangat tinggi dan korporasi besar.

Ia juga menyoroti capaian penerimaan pajak sepanjang 2025 yang disebut tidak memenuhi target.

Bhima menilai kehadiran aparat keamanan dalam proses administrasi perpajakan bertentangan dengan prinsip self assessment, yakni sistem yang memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk menghitung, membayar, dan melaporkan kewajiban pajaknya secara mandiri.

Ia mengingatkan, pendekatan tersebut berpotensi mengurangi rasa aman wajib pajak serta dinilai tidak sejalan dengan praktik administrasi perpajakan di banyak negara yang memisahkan otoritas pajak dari aparat pertahanan dan keamanan.

Sementara itu, Ketua YLBHI Muhammad Isnur menilai pelibatan TNI dan Polri dalam urusan administrasi perpajakan mencerminkan pendekatan yang semakin militaristik dalam kebijakan publik.

Menurut Isnur, aparat keamanan tidak memiliki kompetensi teknis di bidang perpajakan.

Sehingga pelibatan mereka dikhawatirkan justru menimbulkan persoalan baru, mulai dari meningkatnya konflik sosial hingga munculnya peluang penyalahgunaan wewenang di lapangan.

Baca juga: ‎Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair, Pengunjung Bisa Bayar Pajak Kendaraan

Koalisi juga menilai kebijakan tersebut berpotensi bertentangan dengan semangat reformasi yang menempatkan fungsi pertahanan dan keamanan terpisah dari administrasi sipil.

Karena itu, mereka mendesak pemerintah segera mencabut surat edaran yang menjadi dasar pelibatan aparat keamanan dalam administrasi perpajakan.

Dalam konferensi pers tersebut, koalisi menyatakan telah memberikan waktu 3 x 24 jam kepada Presiden, Ketua DPR, dan Menteri Keuangan untuk merespons somasi.

Apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi, mereka menyatakan akan menempuh jalur hukum. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Gabriel Prince dan Naomi Ivo Rilis Single Kolaborasi Berdebu Memori

Jakarta - Penyanyi Gabriel Prince dan Naomi Ivo resmi...

Clara Riva Lepas Single Kenapa Ya?, Lagu Penasaran yang Jadi Percakapan Batin

Jakarta - Penyanyi dan penulis lagu Clara Riva kembali...

Prabowo Instruksikan Bangun Giant Sea Wall di Pantura Jawa, Makan Waktu 15-20 Tahun

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto bertekad memulai pembangunan tanggul...

Gempa M7,7 NTT, Ribuan Rumah Rusak dan Tim SAR Terus Sisir Lokasi Terdampak

Kupang, OPSI.ID - Memasuki hari ketiga pascagempa bumi berkekuatan...

TNI AD Bergerak Penuhi Kebutuhan yang Masih Kurang di Lokasi Gempa NTT

Jakarta, OPSI.ID - TNI Angkatan Darat (TNI AD) menyiapkan...

Update Korban Tewas Akibat Gempa di Flores NTT

Kupang, OPSI.ID - Proses pendataan korban dan kerusakan akibat...

Wali Kota Wesly Servis Bola Perdana, Buka QRIS Padel Championship 2026 di Pematangsiantar

PEMATANGSIANTAR. Opsi.id  – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, SH,...

Berita Terbaru

Popular Categories