34 Keluarga di Padangsidimpuan Laporkan Dugaan Kerugian Rp10,2 Miliar, Korban Minta Perhatian DPR

Jakarta — Sebanyak 34 keluarga di Padangsidimpuan, Sumatra Utara, melaporkan dugaan kerugian materiil mencapai sekitar Rp10,2 miliar.

Para korban meminta perhatian dari Komisi III DPR RI serta Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan agar persoalan yang mereka hadapi mendapat penanganan serius.

Salah satu perwakilan korban, Merry Natalia Lumban Tobing, menyampaikan bahwa peristiwa ini telah membawa dampak besar terhadap kehidupan keluarga mereka, terutama dalam aspek ekonomi dan pendidikan anak.

“Kondisi yang kami alami saat ini sangat berat. Kami harus menanggung beban utang, sementara kebutuhan keluarga dan pendidikan anak-anak tetap harus berjalan,” ujar Merry dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu, 3 Mei 2026.

Kronologi Versi Korban

Merry menjelaskan, berdasarkan pengalaman yang dialami para korban, peristiwa ini bermula dari ajakan untuk mengikuti suatu skema usaha yang diperkenalkan oleh pihak tertentu.

Dalam proses tersebut, para korban mengaku diarahkan untuk mengajukan pinjaman ke lembaga perbankan, kemudian menyerahkan dana tersebut dengan harapan akan dikelola dan memberikan keuntungan dalam jangka waktu tertentu.

Namun, menurut Merry, hingga saat ini para korban mengaku belum menerima pengembalian dana sebagaimana yang diharapkan.

“Dana yang kami serahkan sampai sekarang belum kembali sesuai yang dijanjikan. Sementara kewajiban pembayaran ke bank tetap berjalan,” katanya.

Soroti Pihak yang Dilaporkan

Dalam pengaduan yang disampaikan, para korban juga menyebut nama Saripah Hanum Lubis bersama suaminya sebagai pihak yang dilaporkan terkait dugaan peristiwa tersebut.

Meski demikian, Merry menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat penegak hukum.

“Kami hanya berharap proses ini berjalan sesuai hukum yang berlaku, sehingga semua pihak mendapatkan kejelasan dan keadilan,” ujarnya.

Dampak terhadap Anak dan Keluarga

Lebih lanjut, Merry mengungkapkan bahwa dampak yang dirasakan tidak hanya berupa kerugian materi, tetapi juga menyentuh aspek sosial keluarga.

Ia menyebut sejumlah anak dari keluarga korban menghadapi kesulitan melanjutkan pendidikan akibat kondisi ekonomi yang menurun.

“Kami sangat khawatir dengan masa depan anak-anak kami. Ada yang terancam tidak bisa melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya,” ucapnya.

Harapan terhadap Proses Hukum

Para korban, lanjut Merry, berharap agar penanganan perkara dapat terus berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, meskipun sebelumnya terdapat dinamika dalam proses hukum, termasuk putusan praperadilan yang berkaitan dengan aspek administratif.

“Kami berharap proses hukum tetap berjalan dan memberikan kepastian bagi kami sebagai masyarakat yang mencari keadilan,” katanya.

Permintaan Pendampingan

Para korban juga meminta dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga legislatif, agar mendapatkan pendampingan dalam menghadapi persoalan ini.

“Kami berharap ada perhatian dan pendampingan, karena kami merasa tidak mampu menghadapi situasi ini sendirian,” tutur Merry.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak yang disebut dalam pengaduan tersebut.

Media Opsi.ID membuka ruang bagi pihak terkait, termasuk Saripah Hanum Lubis, untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan guna menjaga keberimbangan informasi.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Grup Duo Asal Makassar, DVY Rilis Single Bloom/Gloom

Jakarta - Duo musik asal Makassar, DVY, yang terdiri...

Maruarar Sirait Terpilih Menjadi Ketua Umum DPP PIKI 2026-2031

Jakarta, Opsi.id - Maruarar Sirait terpilih sebagai Ketua Umum...

Menko AHY: Pembangunan Giant Sea Wall Masuk Program Prioritas Presiden Prabowo

‎Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan...

Lindee Cremona Rilis Single Balada Emosional Bertajuk Doa Untuk Ayah

Jakarta - Penyanyi muda Lindee Cremona kembali menambah daftar...

Pertamina Kembali Naikkan BBM Non-Subsidi, Ini Rinciannya

Jakarta – PT Pertamina (Persero) kembali menyesuaikan harga Bahan...

Prajogo Pangestu dan Bisnis Tambang Halmahera Timur Jadi Sorotan: Negara Diminta Tanggung Jawab

Jakarta — Aktivitas pertambangan dan pembangunan kawasan industri baterai...

Rekrutmen Manajer Kopdes Merah Putih Tembus 639 Ribu Pelamar

Jakarta, Opsi.id  — Rekrutmen manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah...

Kuliner Ekstrem Kian Viral, dari Seblak Level Neraka hingga Mie Jumbo Tantang Nyali

Jakarta, Opsi.id  — Tren kuliner ekstrem tengah merajai media...

Deretan Ekonom Dunia dan Sumbangsih Besarnya bagi Ilmu Ekonomi

Jakarta, Opsi.id - Perjalanan panjang ilmu ekonomi tidak bisa...

Mainoo Jadi Pahlawan, MU Tundukkan Liverpool 3-2 dan Amankan Tiket Liga Champions

MANCHESTER, Opsi.id — Manchester United memastikan tiket ke UEFA...

Berita Terbaru

Popular Categories