Bupati Abdya Beri PR ke MAA, Ubah Adat yang Melenceng dari Islam

Aceh Barat Daya – Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim memberikan sejumlah pekerjaan rumah (PR) kepada Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Abdya, Provinsi Aceh.

Bupati meminta MAA mengubah adat-adat yang saat ini dipraktikkan di tengah masyarakat yang dinilai mudarat. Parahnya, demi menjalankannya agar tidak dicemooh, ada yang rela melakukan apa saja, bahkan sudi menjual harta pusaka. 

“Program Hindu dulu, karena tidak mampu melemahkan lewat agama, maka kita dilemahkan lewat ekonomi dan dilalaikan dengan kenduri (acara), makanya sampai saat ini Aceh paling banyak kenduri,” kata Akmal kepada wartawan di Abdya, dikutip Opsi, Selasa, 30 November 2021.

Hal ini disampaikannya dalam sambutan saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) MAA Abdya yang digelar di aula Masjid Agung Abdya.

Kajian Bupati Akmal, selama ini sudah banyak adat yang melenceng dari Islam. Namun, ia heran masih saja dilakukan masyarakat. Padahal, pada dasarnya, bersedekah itu tidak pamrih. Namun realitanya, jika memenuhi undangan acara dan tidak membawa apa-apa akan mendapat cemoohan.

“Kalau tidak bawa apa-apa malah dikatain, sebab tidak membawa balik seperti saat yang undang buat acara. Ini sudah kabur, jelas melenceng dari Islam sebab sedekah itu tidak pamrih,” ucapnya.

Parahnya lagi, kata dia, ada yang rela demi membeli telur untuk memenuhi undangan acara, padahal tidak ada beras di rumah. Hal itu semata agar tidak dicemooh.

“Ini sudah bertentangan dengan agama karena sudah memberatkan. Jangan beratkan umat dengan adat. Makanya, MAA saya minta untuk konsultasi dengan MPU dan pihak terkait lain dan mengkaji adat-adat ini untuk memudahkan,” ucapnya.

Lebih lanjut Akmal mencontohkan, untuk biaya pernikahan saat ini omzetnya sangat besar. Pemuda yang ingin mempersunting wanita idamannya harus merogoh kocek dalam-dalam, karena banyak dana yang harus dihabiskan.

“Mulai dari penjajakan, tunangan, dan resepsi itu butuh biaya tidak sedikit. Ini tentu memberatkan, bahkan ada yang rela jual tanah. Maka MAA saya minta mengkaji ini untuk mudahkan, karena Allah SWT berjanji jika mempermudah urusan orang lain, maka Allah SWT akan mempermudahkan urusannya di dunia dan akhirat,” ucapnya.

Akmal berjanji, akan menjadikan kajian-kajian baru yang tidak memberatkan masyarakat melalui Peraturan Bupati (Perbup) dan dikawal oleh Kepala Desa (Kades) serta para camat.

“MAA mengkaji ulang, buat terus aturan, bila perlu saya jadikan Perbub, dikawal camat dan Kades,” ujar dia.

Menurutnya, jika hal ini dibiarkan menerus, maka akan merusak dan semakin parah.

“Bagaimana seorang bisa kerja kalau tiap hari ada acara, kalau tidak dihadiri akan dicemooh. Padahal, sedekah yang paling tinggi itu untuk keluarga. Anak dan istri merupakan tanggung jawab,” kata dia.

Katanya lagi, adat-adat ini perlu segera diperbaiki karena merupakan kerusakan sosial. Contoh parah lagi, ketika ada kecelakaan, kemudian ada yang namanya peusijuk.

“Bukannya ini sudah aneh, ketika seseorang sedang musibah, malah buat acara peusijuk dengan potong kambing. Ini perlu dikaji ulang, ini sudah melenceng dari Islam,” ucapnya. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Proyeksi Ekonomi Indonesia dan Kewaspadaan Masyarakat di Tanah Papua Menjelang Akhir Tahun 2026

Seorang pakar feng shui ikut memperingatkan rakyat Indonesia terkait...

ISEF 2026 Catat Kesepakatan Rp27,43 Triliun, Pembiayaan Syariah Digenjot

Jakarta – Penguatan akses pembiayaan syariah menjadi salah satu...

BP Tapera Evaluasi Penyaluran KPR FLPP, Percepat Pembiayaan Rumah Subsidi MBR

Jakarta – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera)...

SIMAKDIALOG Rilis Album Fisik 1995 Bareng Demajors

Jakarta - Kolektif musik jazz kontemporer legendaris, SIMAKDIALOG, kembali...

Peringatan 100 Tahun Inspirasi Generasi Penyiar – Tribute to Sambas Mangundikarta Digelar di Jakarta

Jakarta - Sejarah panjang dunia penyiaran dan jurnalistik Indonesia...

Petrokimia Gresik Libatkan 26 Karyawan dalam Pemberdayaan Warga Gowa

Gowa, OPSI.ID - Sebanyak 26 karyawan PT Petrokimia Gresik...

Berita Terbaru

Popular Categories