Berkas Perkara Kasus Bahar Smith Dilimpahkan ke Kejati Jabar

Jakarta – Berkas perkara kasus penyebaran berita bohong dengan tersangka Habib Bahar Smith dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat (Jabar) sebagai lanjutan dari proses hukum terhadap penceramah berambut pirang tersebut.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jawa Barat Dodi Gazali mengatakan penyidik dari Polda Jawa Barat telah menyerahkan tersangka dan barang bukti perkara tersebut kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam perkara tersebut ada dua tersangka yang diserahkan.

“Tersangka (diserahkan) yakni HB Assayid Bahar Bin Smith dan Tatan Rustandi,” kata Dodi kepada wartawan di Bandung, Jawa Barat, dikutip Opsi, Kamis, 17 Februari 2022.

Menurut Dodi, kedua tersangka itu diduga melakukan tindak pidana melanggar Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) angka 1E KUHPidana.

Adapun barang bukti yang juga turut diserahkan dalam tindak pidana tersebut, antara lain flash disk, 1 unit laptop, handphone, tangkapan layar video dari akun YouTube TATAN RUSTANDI OFFICIAL yang berjudul “MENGGELEGARRR!! CERAMAH TERBARU HABIB BAHAR BIN SMITH BERKOBAR DI KOTA BANDUNG LAUTAN JAMAAH”, serta barang bukti lainnya.

“Seluruh proses tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) memperhatikan protokol kesehatan dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses telah mengikuti tes antigen terlebih dahulu,” kata Dodi.

Dia mengatakan terdakwa Tatan Rustandi dilakukan penahanan terhitung mulai tanggal 17 Februari 2022 sampai dengan tanggal 08 Maret 2022 di Rutan (Rumah Tahanan) Polrestabes Bandung selama 20 hari.

Sedangkan terdakwa Bahar Smith ditahan di Rutan Tahti Polda Jabar dengan waktu yang sama lamanya. Adapun Bahar Smith ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran hoaks pada Senin malam, 3 Desember 2021, setelah diperiksa di Polda Jawa Barat selama sembilan jam.

Selain itu, Tatan Rustandi juga ditetapkan tersangka karena diduga merupakan pengunggah video yang berisikan ujaran hoaks oleh Bahar Smith. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

Di Balik Pertumbuhan Simpanan Bank, Saldo Tabungan Masyarakat Justru Menipis

Jakarta – Klaim Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan...

YLBHI dan Koalisi Somasi Presiden, Tolak Pelibatan TNI-Polri dalam Administrasi Pajak

JAKARTA, Opsi.id  – Tim Advokasi untuk Demokrasi Sektor Keadilan...

Endah N Rhesa Bahas Fase Pemulihan Perasaan di Single Terang Bulan

Jakarta - Duo musik independen Endah N Rhesa kembali...

Agatha Chelsea Bahas Soal Kemandirian di Single good alone

Jakarta - Penyanyi, penulis lagu, sekaligus aktris multidisiplin Agatha...

Wabup Toba “Sentil” OPD: Jangan Cuma Rapat, Tindak Lanjuti!

Balige, Opsi.id — Suasana apel gabungan di halaman Kantor...

Pelajar 18 Tahun Ditemukan Meninggal di Tepi Danau Toba, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan

BALIGE, Opsi.id  – Seorang remaja berusia 18 tahun ditemukan...

Tiga Presiden Kompak Hadiri Pernikahan Putra Garibaldi Thohir, Jadi Momen Langka di Jakarta

JAKARTA, Opsi.id – Momen langka tersaji dalam resepsi pernikahan...

Sudaryono BGN Tutup 833 Dapur MBG, Ratusan Pegawai Ikut Kena Sanksi

JAKARTA, Opsi.id  – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup 833...

Berita Terbaru

Popular Categories