Festival Penis Baja di Jepang, Tradisi Kesuburan yang Mendunia

Tanggal:

Tokyo — Di tengah modernitas Jepang, sebuah tradisi kuno masih bertahan dan justru kian mendunia, yakni Kanamara Matsuri.

Dipercaya untuk melindungi dari penyakit menular seksual, simbol kesuburan dan kesehatan reproduksi laki-laki.

Festival yang digelar setiap tahun di Kanayama Shrine, Kawasaki ini menampilkan arak-arakan simbol falus berukuran besar di jalanan kota. 

Bagi sebagian orang, pemandangan tersebut mungkin terasa ganjil. Namun bagi masyarakat setempat, ritual ini sarat makna spiritual dan sejarah panjang.

Baca juga: Puluhan UMKM di Indramayu Ikut Festival Mangga dan Bazar

Akar tradisi ini berasal dari kepercayaan Shinto yang memuliakan kesuburan dan perlindungan dari penyakit. 

Pada masa lampau, festival ini juga menjadi tempat para pekerja seks berdoa untuk keselamatan dan kesehatan mereka.

Kini, maknanya berkembang. Selain sebagai simbol kesuburan, festival ini juga dimanfaatkan untuk kampanye kesehatan, termasuk pencegahan HIV/AIDS. 

Ribuan wisatawan domestik dan mancanegara datang setiap tahun, menjadikannya salah satu festival paling unik di Jepang.

Di balik kemeriahannya, Kanamara Matsuri mencerminkan bagaimana tradisi lokal mampu beradaptasi dengan isu-isu modern, tanpa kehilangan akar budayanya. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bagikan berita:

spot_imgspot_img

Populer

Baca Berita Lain
Terkait

JK Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Penistaan Agama

Jakarta - Secara resmi Jusuf Kalla atau JK dilaporkan...

Gibran Antar Prabowo ke Halim, Presiden Terbang ke Rusia Bertemu Putin

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Moskow, Federasi...

Jelang Album Kedua, ElectricBird Rilis Single Power

Jakarta - Grup band rock asal Surabaya, ElectricBird kembali...

Gigs Kolektif Kolektif Buitenstage Vol. 5 Hadirkan Musisi Lintas Kota di Bogor

Jakarta - Ekosistem musik independen di Kota Hujan kembali...